Brasil punya modal yang sulit diabaikan jika duel melawan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 harus ditentukan lewat adu penalti. Selecao sudah lima kali merasakan laga di titik putih, sementara Norwegia belum pernah mengalaminya.
Perbedaan pengalaman itu bisa menjadi faktor penting saat pertandingan berjalan ketat dan masuk ke fase paling menegangkan. Dalam skenario seperti ini, ketenangan dan kebiasaan menghadapi tekanan sering kali lebih berharga daripada sekadar kualitas permainan selama 90 menit.
Rekam Jejak Brasil Saat Laga Masuk Tos-Tosan
Brasil tercatat tiga kali menang dan dua kali kalah dalam adu penalti di Piala Dunia. Catatan itu menunjukkan Selecao sudah menghadapi berbagai situasi besar yang menuntut eksekusi dan mental yang kuat.
Drama pertama terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 melawan Prancis. Setelah imbang 1-1, Brasil kalah 3-4 dan Socrates serta Julio Cesar gagal menjalankan tugasnya.
| Turnamen | Lawan | Hasil Adu Penalti | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| 1986 | Prancis | Kalah 3-4 | Socrates dan Julio Cesar gagal |
| 1994 | Italia | Menang 3-2 | Mengantar gelar juara dunia keempat |
| 1998 | Belanda | Menang 4-2 | Claudio Taffarel menonjol |
| 2014 | Chile | Menang 3-2 | Gonzalo Jara gagal, bola membentur mistar |
| 2022 | Kroasia | Kalah 2-4 | Brasil tersingkir di perempat final |
Tiga Momen Menang yang Membentuk Kepercayaan Diri
Pengalaman terbaik Brasil datang pada final Piala Dunia 1994 saat menghadapi Italia. Setelah bermain tanpa gol, Brasil menang 3-2 lewat adu penalti dan mengamankan gelar juara dunia keempat.
Mereka juga pernah melewati semifinal Piala Dunia 1998 dengan menyingkirkan Belanda 4-2. Pada laga itu, Claudio Taffarel menjadi salah satu sosok yang paling disorot karena perannya menjaga Brasil tetap tenang di bawah tekanan.
Pada Piala Dunia 2014, Brasil kembali lolos dari situasi serupa ketika bertemu Chile di babak 16 besar. Laga berakhir 1-1 sebelum Brasil menang 3-2 lewat penalti, dengan kegagalan Gonzalo Jara yang membentur mistar menjadi momen penting.
Norwegia Masih Tanpa Referensi di Piala Dunia
Berbeda dengan Brasil, Norwegia belum pernah menjalani adu penalti dalam sejarah partisipasinya di Piala Dunia. Kondisi itu membuat mereka tidak punya pengalaman langsung yang bisa dijadikan pegangan saat pertandingan harus diputuskan dari titik putih.
Karena itu, Brasil dianggap lebih diunggulkan bila laga berjalan hingga perpanjangan waktu dan berlanjut ke adu penalti. Dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat, pengalaman lama Selecao bisa menjadi pembeda yang paling terasa.
Di atas kertas, duel ini tetap akan ditentukan oleh detail kecil yang muncul di momen paling krusial. Namun jika harus sampai ke titik putih, Brasil datang dengan bekal sejarah yang jauh lebih matang dibanding Norwegia.
Source: www.suara.com






