Hybrid dan EV Bekas Malah Makin Mahal, Harapan Pembeli Setelah Kredit Pajak Habis Pupus

Harga mobil bekas hybrid dan EV justru naik lagi, padahal banyak pembeli sempat berharap pasar akan mereda setelah kredit pajak federal berakhir. Data terbaru menunjukkan rata-rata harganya melonjak lebih dari $3,600, dan dorongan utamanya datang dari kenaikan harga bensin.

Kenaikan ini membuat pasar mobil bekas tetap jauh dari kata longgar. Hampir semua segmen bergerak naik, sementara permintaan di kendaraan hemat bahan bakar kembali menguat ketika biaya isi bensin ikut menekan pilihan pembeli.

Hampir semua segmen ikut naik

Carfax mencatat harga rata-rata mobil bekas sedan, hatchback, dan wagon naik lebih dari $1,350 sejak awal tahun. Pickup bekas, mobil mewah, dan SUV masing-masing naik sekitar $1,500 dalam enam bulan pertama tahun ini.

Van dan minivan bekas juga bergerak naik lebih dari $2,000. SUV mewah bahkan menambah hampir $2,800 atau sekitar 4.9 persen, sementara mobil mewah naik 12.6 persen sepanjang tahun meski relatif datar hingga Mei.

SegmenKenaikanKeterangan
Sedan, hatchback, wagonLebih dari $1,350Sejak awal tahun
Pickup bekas, mobil mewah, SUVSekitar $1,500Enam bulan pertama tahun ini
Van dan minivan bekasLebih dari $2,000Enam bulan pertama tahun ini
SUV mewahHampir $2,800Naik 4.9 persen
Mobil mewah12.6 persenSepanjang tahun

Juni tetap hijau di semua segmen

Pada Juni, Carfax menyebut harga di setiap segmen utama masih naik meski lajunya melambat. Mobil mewah bekas mencatat kenaikan bulanan paling kecil, sekitar $10, sedangkan SUV naik hampir $200.

Mobil bekas, SUV mewah, serta van dan minivan masing-masing naik sekitar $350. Pickup truk bertambah lebih dari $400, sementara hybrid dan EV mencatat lonjakan terbesar dalam sebulan, lebih dari $850.

Kenaikan bulanan itu terjadi di tengah perlambatan pasar secara keseluruhan. Harga mobil bekas rata-rata di seluruh Carfax naik sekitar 1.3 persen pada Juni, turun dari kenaikan 3 persen pada Mei.

Harga bensin mengubah arah minat pembeli

Carfax menilai kenaikan harga bensin yang terkait dengan perang di Iran menjadi pemicu utama lonjakan minat pada hybrid dan EV bekas. Dampaknya cepat terasa pada harga, karena pembeli yang ingin menekan biaya bahan bakar kembali memburu model-model tersebut.

Secara rata-rata, harga hybrid dan EV bekas naik lebih dari $3,600, atau 11.9 persen. Kenaikan itu menguntungkan penjual, tetapi membuat pembeli harus menyiapkan anggaran lebih tinggi dari perkiraan semula.

Kredit pajak yang habis tidak cukup meredam pasar

Carfax sebelumnya memperkirakan minat pada used clean vehicle akan mendingin setelah kredit pajak federal berakhir pada 30 September 2025. Insentif itu sempat memangkas hingga $4,000 untuk EV bekas yang memenuhi syarat dengan harga $25,000 atau kurang.

Namun, kondisi pasar justru bergerak sebaliknya setelah harga bensin naik. Alih-alih melemah, permintaan hybrid dan EV bekas kembali menguat dan mendorong harga naik lebih jauh.

Perbedaan wilayah masih sangat lebar

Pergerakan harga juga sangat bergantung pada lokasi. Di Mid-Atlantic, hybrid dan EV bekas naik rata-rata lebih dari $1,400 selama Juni, sementara di Midwest kenaikannya sekitar $950.

Untuk van dan minivan bekas, Midwest mencatat kenaikan sekitar $200, tetapi di Plains justru turun sekitar $450. Di Northeast, mobil mewah bekas naik lebih dari $1,200, sedangkan di West turun sekitar $900, penurunan regional terbesar untuk segmen apa pun.

Di South, pickup bekas naik lebih dari $1,200 secara rata-rata. Perbedaan ini menunjukkan pasar mobil bekas tidak bergerak seragam, sehingga kondisi lokal bisa mengubah biaya yang harus dibayar pembeli secara signifikan.

Source: www.carscoops.com
Terkait