Astra Honda Motor melihat penjualan sepeda motornya tetap tumbuh kuat meski pasar menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga, harga BBM yang lebih mahal, dan pelemahan rupiah. Perusahaan menyebut permintaan Honda naik dua digit selama Januari-Mei 2026, terutama di sisi penjualan retail.
Di saat pasar roda dua nasional sempat melambat pada bulan tertentu, AHM justru menilai kebutuhan mobilitas harian masih menjaga minat konsumen. Motor dinilai tetap relevan karena efisien, fungsional, dan lebih mudah dipakai untuk aktivitas sehari-hari.
Pasar Nasional Masih Tumbuh Tipis
Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia menunjukkan penjualan wholesales pada Mei 2026 berada di level 479.388 unit. Angka itu turun 8,6 persen dibanding bulan sebelumnya, meski akumulasi Januari-Mei 2026 masih mencapai 2.614.451 unit.
Secara kumulatif, pasar nasional masih naik 0,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Artinya, meski ada pelemahan bulanan, permintaan roda dua secara keseluruhan belum kehilangan tenaga.
| Indikator | Angka | Perbandingan |
|---|---|---|
| Wholesales Mei 2026 | 479.388 unit | Turun 8,6 persen dari bulan sebelumnya |
| Akumulasi Januari-Mei 2026 | 2.614.451 unit | Naik 0,7 persen dari periode yang sama tahun lalu |
Retail Honda Melaju Lebih Kencang
Chief Operating Officer AHM Octavianus Dwi Putro menjelaskan bahwa data AISI menggambarkan distribusi produsen ke dealer atau wholesales. Menurut dia, penjualan retail yang dicatat perusahaan bergerak lebih tinggi daripada data distribusi tersebut.
Ia menyebut pertumbuhan retail Honda berada di kisaran 10-11 persen berdasarkan data internal. Octavianus juga menegaskan bahwa kenaikan di sisi retail lebih besar daripada pertumbuhan pasar umum yang hanya sekitar 1,3-1,5 persen.
“Jadi real permintaan itu dibanding tahun lalu, Honda mengalami kenaikan double digit kalau retail sales ya,” ujar Octavianus di Bekasi.
| Data Penjualan | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Retail Honda | 10-11 persen | Pertumbuhan menurut data internal AHM |
| Pasar umum | 1,3-1,5 persen | Pertumbuhan distribusi secara umum |
Skutik Masih Jadi Penopang Utama
Octavianus menyebut penjualan Honda naik di hampir semua segmen. Kontributor terkuat datang dari skutik 110 cc Beat, serta skutik 150 cc PCX dan ADV.
Kinerja itu menunjukkan skutik masih menjadi tulang punggung pasar Honda. Segmen ini terus didorong kebutuhan mobilitas yang mengutamakan efisiensi dan kemudahan penggunaan.
| Model | Segmen | Peran |
|---|---|---|
| Beat | Skutik 110 cc | Kontributor utama penjualan |
| PCX | Skutik 150 cc | Kontributor utama penjualan |
| ADV | Skutik 150 cc | Kontributor utama penjualan |
Motor Masih Dipilih Saat Biaya Hidup Menekan
AHM melihat motor tetap menjadi andalan mobilitas ketika muncul gejolak ekonomi seperti kenaikan suku bunga, BBM, dan dolar terhadap rupiah. Menurut Octavianus, Honda banyak dipilih karena efisien dalam konsumsi bahan bakar dan fungsional untuk kebutuhan harian.
Ia menilai tekanan biaya hidup tidak otomatis menggerus permintaan roda dua. Dalam pandangan AHM, motor masih dipakai sebagai solusi mobilitas yang praktis di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak.
Pola Pakai Konsumen Ikut Berubah
AHM belum melihat pergeseran yang jelas dari konsumen mobil baru ke pembelian motor baru. Namun Octavianus menilai ada kecenderungan masyarakat mengombinasikan penggunaan mobil dan motor sesuai kebutuhan perjalanan.
Menurut dia, pola yang muncul bukan mengganti mobil dengan motor. Yang terjadi lebih ke upaya mempertahankan mobil, lalu memakai motor untuk mobilitas tertentu yang lebih praktis.
“Menurut saya pendekatannya lebih baik adalah, dia tetap mempertahankan mobilnya, tapi untuk certain mobilitas akan mulai memakai motor. Jadi dia akan mengombinasi pemanfaatan moda transportasinya,” ujar Octavianus.
Situasi itu menjelaskan mengapa pasar motor masih bertahan meski ekonomi menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Di tengah biaya hidup yang naik, motor tetap punya tempat sebagai kendaraan yang hemat, fleksibel, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari.
