BP BUMN Pangkas Lebih Dari 10 Anak Usaha Telkom, Efisiensi Besar Mulai Disiapkan

BP BUMN menyiapkan langkah tegas untuk merapikan struktur PT Telkom Indonesia Tbk dengan memangkas lebih dari 10 anak usaha. Restrukturisasi ini diarahkan untuk membuat portofolio Telkom lebih ramping sekaligus mendorong efisiensi di tubuh emiten telekomunikasi milik negara tersebut.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut pengurangan entitas itu sudah masuk dalam rencana streamlining yang sedang disusun. Ia menyampaikan hal tersebut di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dan menegaskan penataan ini harus dilakukan dengan rapi dan menyeluruh.

Fokus ke bisnis inti

Langkah pemangkasan anak usaha diprioritaskan untuk memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti. Dengan struktur yang lebih sederhana, perusahaan diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan industri telekomunikasi yang bergerak cepat.

Dony menegaskan jumlah entitas yang akan dikurangi memang lebih dari 10 anak perusahaan. Menurutnya, penataan korporasi tidak boleh setengah jalan karena tujuan akhirnya adalah merapikan seluruh struktur usaha.

Rencana restrukturisasi ini juga menandai dorongan agar Telkom bergerak dengan portofolio yang lebih efektif. Di tengah persaingan industri yang ketat, efisiensi struktur dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga daya saing perusahaan.

RUPST jadi forum keputusan penting

Di saat yang sama, Telkom tengah menyiapkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Mei 2026. Forum itu akan menjadi ajang pembahasan sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan arah bisnis perusahaan.

Sejumlah keputusan utama akan dibawa ke dalam rapat, mulai dari persetujuan laporan tahunan hingga alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Manajemen juga akan meminta persetujuan atas remunerasi, penunjukan akuntan publik, dan rencana aksi korporasi berupa buyback saham.

Selain itu, pemegang saham akan diminta menyetujui pendelegasian wewenang untuk Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2026–2030 dan RKAP 2027. Agenda ini menunjukkan bahwa Telkom sedang menata arah bisnis jangka menengah dan panjang di tengah rencana perombakan besar pada struktur usahanya.

Perubahan tata kelola dan struktur usaha

RUPST Telkom juga akan membahas perubahan anggaran dasar perusahaan. Salah satu poin pentingnya adalah reklasifikasi saham Seri B menjadi saham Seri A Dwiwarna untuk memperkokoh posisi negara melalui BP BUMN.

Agenda lain yang tak kalah penting adalah penyesuaian kegiatan usaha berdasarkan KBLI 2025. Di tahap akhir, rapat juga akan membahas perombakan susunan pengurus perseroan sebagai bagian dari penyesuaian organisasi.

Rangkaian agenda itu memperlihatkan bahwa Telkom sedang berada dalam fase penataan besar, baik dari sisi portofolio usaha maupun tata kelola perusahaan. Di satu sisi, BP BUMN mendorong streamlining anak usaha agar lebih efisien, sementara di sisi lain perseroan menyiapkan keputusan korporasi yang akan memengaruhi struktur dan arah bisnis ke depan.

Terkait