Semaglutide, zat aktif dalam Ozempic dan Wegovy, kembali menarik perhatian karena dikaitkan dengan perlambatan penuaan biologis. Namun, sinyal awal ini berasal dari penelitian pada kelompok pasien tertentu, sehingga belum bisa dianggap sebagai bukti bahwa obat tersebut merupakan terapi anti-penuaan bagi semua orang.
Penuaan biologis berbeda dengan usia kronologis yang dihitung dari tanggal lahir. Istilah ini menggambarkan perubahan pada sel dan jaringan tubuh, yang dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lambat pada tiap orang.
Dalam uji klinis yang dipublikasikan di Nature Communications, peserta yang mendapat semaglutide menunjukkan perlambatan penuaan biologis sekitar 9 persen. Hasil itu diukur melalui penanda DNA yang dikenal sebagai jam epigenetik, bukan melalui perubahan usia kalender.
Temuan Berasal dari Peserta dengan HIV
Penelitian tersebut melibatkan 108 orang dewasa dengan HIV dan lipohipertrofi, yaitu penumpukan lemak berlebih di area perut. Mereka mengikuti uji klinis acak selama 32 minggu dengan kelompok pembanding yang menerima plasebo.
Perubahan yang diamati tidak hanya berkaitan dengan satu bagian tubuh. Peneliti melihat tanda perlambatan pada beberapa organ dan jaringan, termasuk otak, jantung, ginjal, hati, serta darah.
Temuan ini dinilai relevan karena orang yang hidup dengan HIV cenderung mengalami penuaan lebih cepat dibandingkan populasi umum. Meski begitu, kondisi kesehatan peserta juga menjadi alasan utama hasil studi ini tidak dapat langsung digeneralisasi kepada orang sehat.
| Publikasi | Peserta | Durasi | Temuan |
|---|---|---|---|
| Nature Communications | 108 dewasa dengan HIV dan lipohipertrofi | 32 minggu | Perlambatan penuaan biologis sekitar 9 persen |
| npj Aging | Pasien HIV dengan fatty liver | 24 minggu | Perlambatan penuaan biologis hingga 42 persen |
Studi percontohan lain yang dimuat dalam npj Aging pada April juga memberikan sinyal serupa, dengan angka yang lebih besar. Pada pasien HIV dengan fatty liver, penggunaan semaglutide selama 24 minggu dikaitkan dengan perlambatan penuaan biologis hingga 42 persen.
Lemak Viseral dan Peradangan Jadi Perhatian
Salah satu penjelasan yang sedang dipertimbangkan adalah kemampuan semaglutide membantu mengurangi lemak tubuh, terutama lemak viseral di perut. Lemak berlebih dapat mendorong peradangan, sementara peradangan kronis berkaitan dengan berbagai penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
Dokter spesialis kedokteran keluarga di Lowell General Hospital, Damian Folch, M.D., mengatakan sel lemak dapat memicu peradangan. “Kita tahu bahwa sel lemak itu memicu peradangan, jadi mengurangi lemak di tubuh, terutama lemak viseral atau lemak perut, memiliki dampak besar pada peradangan secara keseluruhan,” ujarnya.
Kelebihan berat badan diketahui dapat menciptakan kondisi peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2, yang dapat memengaruhi proses kesehatan seiring bertambahnya usia.
Mir Ali, M.D., yang bekerja di bidang pengendalian berat badan, menilai penurunan peradangan kronis secara teori dapat memperlambat penuaan biologis. Obat golongan GLP-1 seperti semaglutide juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, yang dinilai dapat ikut menekan peradangan.
Efek Obat atau Dampak Penurunan Berat Badan?
Pertanyaan terpentingnya masih belum terjawab, yakni apakah perubahan tersebut muncul dari kerja langsung semaglutide atau terutama akibat penurunan berat badan. Kedua faktor itu dapat saling berkaitan, terutama pada peserta yang memiliki lemak viseral dan peradangan lebih tinggi.
Health.kompas.com melaporkan bahwa sebagian besar penelitian obat GLP-1 masih berfokus pada pasien dengan diabetes tipe 2, obesitas, HIV, atau penyakit kronis lain. Respons kelompok tersebut belum tentu sama dengan respons orang tanpa kondisi penyerta.
Folch menilai penelitian pada populasi umum masih diperlukan untuk memahami manfaat ini dengan lebih jelas. Pasien dengan penyakit penyerta sudah memiliki tingkat peradangan lebih tinggi, sehingga perubahan yang terlihat selama terapi dapat berbeda dari orang sehat.
Untuk saat ini, semaglutide tetap dikenal sebagai obat untuk pengelolaan kondisi medis tertentu dan penurunan berat badan. Potensinya terhadap penuaan biologis masih memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat diposisikan sebagai manfaat yang pasti bagi masyarakat luas.







