Pemerintah Kota Bontang menaruh harapan besar pada Operasi Timbang Serentak 2026 untuk memetakan kondisi gizi 9.840 balita. Data yang terkumpul dipakai sebagai dasar intervensi agar penanganan stunting lebih tepat sasaran.
Langkah ini menjadi penting karena penurunan stunting di Bontang belum berjalan signifikan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menilai ada bayi yang sudah lahir dalam kondisi stunting, sehingga pencegahan dan penanganan harus dimulai lebih awal.
Data dasar untuk menentukan langkah berikutnya
Operasi timbang serentak tidak sekadar menghitung balita yang hadir di pos pelayanan. Pemerintah kota melihat kegiatan ini sebagai instrumen utama untuk membaca kondisi nyata anak-anak di lapangan.
Dengan data yang lebih akurat, pemerintah berharap intervensi yang disusun tidak lagi bersifat umum. Fokusnya adalah menjangkau anak yang memang membutuhkan perhatian khusus, termasuk melalui penanganan gizi yang lebih terarah.
Pencegahan harus dimulai dari hulu
Neni menyampaikan bahwa upaya menekan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada kegiatan penimbangan. Pencegahan perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa awal kehidupan anak.
Sejumlah faktor ikut menentukan, mulai dari perilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi lingkungan, pemenuhan gizi ibu hamil, hingga kesiapan gizi calon pengantin. Menurutnya, pendekatan menyeluruh dibutuhkan agar kasus baru tidak terus bermunculan.
Digelar sebelum SSGI agar ada ruang intervensi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan bahwa operasi timbang sengaja digelar lebih awal sebelum Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI. Cara ini memberi waktu bagi pemerintah untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.
“Operasi timbang yang dilakukan saat ini mendahului SSGI, harapannya ada waktu untuk intervensi menghadapi SSGI,” ujarnya.
Dengan pendataan yang lebih cepat, pemerintah Kota Bontang berharap penanganan bisa segera diarahkan sebelum survei nasional berlangsung. Strategi ini diposisikan sebagai salah satu cara memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Source: mediaindonesia.com






