Bola Mata YTR Diangkat karena Infeksi, Ayahnya Tegas Tak Akan Memaafkan Pelaku

Kondisi YTR dilaporkan mulai membaik setelah menjalani penanganan medis, tetapi luka yang ditinggalkan kasus ini masih sangat berat bagi keluarganya. Salah satu bola mata YTR terpaksa diangkat dokter karena infeksi parah, dan ayahnya, Irin, menyebut tidak ada ruang untuk memaafkan terduga pelaku.

Pernyataan itu muncul di tengah perhatian publik terhadap dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami YTR. Keluarga menilai penderitaan yang dialami putrinya bukan hanya soal luka fisik, tetapi juga trauma panjang yang membuat mereka menuntut proses hukum berjalan tegas.

Ayah korban menolak memberi maaf

Dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Irin meluapkan kemarahannya di hadapan awak media. Ia menegaskan tidak akan memaafkan Taufik Hidayat atas perlakuan yang diterima putrinya.

“Saya sebagai orang tuanya tidak ada kata maaf. Saya dendam sampai mati saya dendam sama dia,” kata Irin, dikutip dari tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi.

Ucapan itu menggambarkan besarnya luka emosional yang masih dirasakan keluarga. Mereka berharap penegak hukum menangani kasus ini secara serius dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya jika unsur pidana terbukti.

Infeksi membuat mata YTR harus diangkat

Irin menjelaskan bahwa kondisi YTR kini berangsur membaik, meski masih menjalani pemulihan intensif. Ia menyebut dokter harus mengambil tindakan pengangkatan pada salah satu mata YTR setelah infeksi semakin parah.

“Kalau matanya kita nggak ada. Kalau yang satu sudah infeksi katanya sudah diambil oleh dokter, sudah diangkat,” ujar Irin.

Meski kehilangan satu bola mata, keluarga tetap berharap pemulihan YTR bisa berjalan maksimal. Fokus mereka kini tertuju pada perawatan lanjutan dan kondisi medis korban yang masih memerlukan perhatian serius.

Kronologi dugaan penyekapan yang membuat keluarga kehilangan kontak

YTR diketahui berasal dari Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, di dalam kamar kost.

Keluarga mengatakan YTR sempat memperkenalkan kekasihnya kepada orang tua, sebelum kemudian hilang kontak selama sekitar tiga tahun. Setelah itu, keberadaan YTR tidak diketahui hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka parah.

Lama putus kontak membuat kasus ini menyita perhatian besar. Saat YTR ditemukan, dugaan kekerasan yang dialaminya disebut bukan peristiwa sesaat, melainkan rangkaian tindakan yang berlangsung lama.

Pelaku sudah ditangkap polisi

Taufik Hidayat telah ditangkap tim gabungan Polda Jawa Barat pada Selasa malam, 23 Juni 2026. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengatakan penangkapan dilakukan di sebuah perumahan di Kecamatan Ciparay, Bandung, sekitar pukul 18.30 WIB.

Penangkapan itu menjadi bagian penting dari proses hukum yang kini terus berjalan. Di sisi lain, keluarga korban masih menanti keadilan atas luka fisik dan psikologis yang dialami YTR.

Meski kondisi medis YTR disebut mulai stabil, pernyataan Irin menunjukkan trauma keluarga belum mereda. Perhatian kini tertuju pada pemulihan korban dan langkah hukum terhadap Taufik Hidayat yang telah diamankan aparat.

Source: www.viva.co.id

Terkait