Kementerian Sosial meluruskan kekeliruan yang masih beredar soal desil bansos. Penentuan desil ternyata bukan berdasarkan angka pengeluaran bulanan, melainkan peringkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
Klarifikasi ini penting karena masih ada informasi yang mencantumkan nominal uang untuk tiap desil. Kemensos menegaskan, informasi seperti itu tidak valid dan tidak pernah menjadi dasar pembagian program kesejahteraan sosial.
Dasar resmi penentuan desil
Melalui Keputusan Menteri Sosial Nomor 22/HUK/2026, Kemensos menetapkan bahwa pembagian program kesejahteraan sosial didasarkan pada peringkat kesejahteraan. DTSEN digunakan untuk membagi masyarakat ke dalam 10 tingkat atau desil agar kondisi ekonomi keluarga bisa dipetakan lebih akurat.
Desil 1 menunjukkan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara itu, Desil 10 diisi oleh 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi di Indonesia.
Di antara keduanya, Desil 2 hingga Desil 9 menjadi lapisan peringkat kesejahteraan yang mengurutkan posisi keluarga dari yang paling rentan hingga yang lebih sejahtera. Skema ini dipakai sebagai alat pengelompokan kesejahteraan, bukan daftar pengeluaran rumah tangga.
Bukan ukuran pengeluaran bulanan
Kemensos melalui akun Instagram resmi @pusdatinkesos menyampaikan bahwa DTSEN tidak mengategorikan masyarakat berdasarkan nominal pengeluaran bulanan. Karena itu, rincian angka uang yang kerap dikaitkan dengan setiap desil dipastikan keliru.
Badan Pusat Statistik juga disebut tidak pernah merilis klasifikasi pengeluaran penduduk menggunakan sistem desil seperti yang beredar. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada tabel atau daftar yang mengatasnamakan BPS maupun Kemensos tanpa sumber resmi.
Cara cek bantuan lewat saluran resmi
Untuk memastikan status bantuan sosial, warga dapat memeriksa tingkat kesejahteraan dan status bantuan secara mandiri melalui kanal resmi Kemensos. Pengecekan digital tersedia lewat situs web resmi yang disediakan Kementerian Sosial RI.
Selain situs web, masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Kemensos mengingatkan publik agar menghindari situs palsu yang meniru platform resmi pemerintah.
Imbauan ini penting agar warga tidak salah membaca kelayakan bantuan akibat informasi desil yang keliru. Dengan mengacu pada DTSEN dan saluran resmi Kemensos, pengecekan data menjadi lebih aman dan tidak mudah tersesat oleh angka yang tidak valid.







