Boiyen Ungkap Rumah Tangga Cuma 21 Hari, Suami Hilang 1,5 Bulan Tanpa Kabar

Boiyen mengungkap alasan rumah tangganya dengan mantan suami, Rully Anggi Akbar, berakhir sangat singkat. Ia menyebut pernikahannya hanya berjalan sekitar 21 hari sebelum keduanya pisah rumah dan kemudian memilih jalur perceraian.

Pengakuan itu disampaikan saat Boiyen berbicara dengan emosional dalam video yang diunggah ulang akun TikTok @yuda1912. Dalam penjelasannya, komedian bernama asli Yeni Rahmawati itu menuturkan bahwa hubungan yang semula ia bayangkan akan menjadi tempat aman justru berubah menjadi beban berat.

Pernikahan yang hanya seumur jagung

Boiyen mengatakan, setelah menikah pada 15 November 2025, hubungan rumah tangganya mulai renggang dan berujung pada gugatan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa, Banten, pada Januari 2026. Ia menegaskan bahwa masa kebersamaan mereka sebagai pasangan suami istri sangat singkat sebelum akhirnya tidak lagi tinggal serumah.

“Kalau ditanya berapa lama, terus terang secara bersama itu hanya 21 hari atau tiga minggu, setelah itu pisah rumah,” ujarnya. Dari pengakuan itu, terlihat bahwa proses retaknya rumah tangga berlangsung cepat dan meninggalkan dampak emosional yang besar bagi Boiyen.

Boiyen juga sempat berharap pernikahannya bisa menjadi ibadah dan membuka jalan untuk mempunyai keturunan. Harapan itu membuat keputusan berpisah terasa semakin berat karena ia datang ke pernikahan dengan niat membangun kehidupan bersama secara utuh.

Masalah muncul setelah pernikahan berjalan singkat

Situasi rumah tangga itu disebut semakin rumit ketika Rully diduga terlibat kasus penipuan investasi. Menurut Boiyen, setelah sekitar 21 hari bersama, sang suami tiba-tiba menghilang tanpa kabar selama kurang lebih 1,5 bulan.

Ia mengatakan ada pihak lain yang kemudian datang menuntut sesuatu sambil membawa namanya. Boiyen mengaku bisa memahami jika ada orang yang menagih hak, tetapi kondisinya tetap menempatkannya dalam tekanan, terlebih karena ia berstatus istri sekaligus figur publik.

Perubahan situasi itu membuat hubungan keduanya sulit dipertahankan. Boiyen menilai persoalan yang datang setelah menikah bukan hanya menyangkut dirinya dan suami, tetapi juga melibatkan pihak lain yang membuat keadaan semakin rumit.

Masih berusaha mempertahankan rumah tangga

Sebelum memutuskan menggugat cerai, Boiyen masih berupaya mempertahankan pernikahan. Ia bahkan menawarkan diri untuk mendampingi dan membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi suaminya.

“Aku sampai bilang, ayo aku dampingi masalah kamu kita selesaikan secara bersama,” tuturnya. Namun, upaya itu tidak berjalan mulus karena masalah utama justru ada pada minimnya komunikasi antara keduanya.

Boiyen menegaskan bahwa rumah tangga membutuhkan keterbukaan dan kejujuran. Dalam pandangannya, hal itu tidak ia dapatkan selama persoalan berlangsung, sehingga komunikasi yang seharusnya menjadi dasar hubungan justru tidak terbangun dengan baik.

Keberadaan suami terakhir diketahui dari media

Boiyen juga menyebut Rully sempat kembali ke Yogyakarta, tetapi setelah itu tidak lagi memberi kabar. Bahkan, keberadaan mantan suaminya justru ia ketahui dari pemberitaan media, bukan dari komunikasi langsung.

Ia menuturkan bahwa Rully tidak pernah pulang ke rumah dan tidak ada kelanjutan kontak setelah itu. Kondisi tersebut membuat upaya mempertahankan pernikahan menjadi semakin sulit, meski Boiyen sudah berusaha menahan keadaan agar tidak langsung berakhir.

Di tengah pengalaman itu, Boiyen menegaskan bahwa dalam memilih pasangan ia tidak mengejar harta. Ia lebih mengutamakan kebersamaan, komitmen, serta kesiapan untuk menghadapi susah dan senang bersama dalam membangun rumah tangga.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button