
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada Kamis (30/4). Dalam prakiraan yang berlaku pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB, hujan ringan hingga lebat berpeluang muncul di banyak daerah, terutama pada siang, sore, hingga awal malam hari.
Peringatan ini menjadi perhatian karena BMKG turut mengingatkan potensi dampak lanjutan dari cuaca buruk, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hujan es, hingga sambaran petir. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang disebut paling mungkin terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Jawa Tengah bagian selatan, serta Solo Raya dan sekitarnya.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat
Sejumlah daerah masuk kategori hujan sedang hingga lebat dalam prakiraan BMKG. Wilayah itu mencakup Kabupaten Cilacap, Banyumas atau Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Semarang bagian Ungaran dan Ambarawa, Temanggung, Pemalang, Brebes, serta Cilacap wilayah barat atau Majenang.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Surakarta atau Solo dan Kota Salatiga. BMKG menilai wilayah-wilayah tersebut perlu memperhatikan perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat dari siang hingga malam.
Wilayah lain yang tetap perlu waspada
Selain area dengan peluang hujan lebat, BMKG juga memetakan daerah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Wilayah itu meliputi Kabupaten Sragen, Demak, Kendal, Batang, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal.
Untuk Semarang dan sekitarnya, pagi hari diprakirakan cenderung cerah berawan hingga berawan. Namun, pada siang hingga malam, hujan ringan sampai sedang masih berpeluang turun dan dapat mengganggu aktivitas warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi cuaca yang berubah cepat membuat masyarakat di berbagai wilayah perlu memperhatikan situasi langit sejak pagi. Perubahan dari cerah berawan menjadi hujan dalam waktu singkat masih mungkin terjadi di banyak titik di Jawa Tengah.
Suhu, kelembapan, dan arah angin
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Tengah berada pada kisaran 18 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan berada di rentang 55 hingga 95 persen, sedangkan angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 30 kilometer per jam.
Kombinasi suhu, kelembapan, dan arah angin itu menunjukkan cuaca Jawa Tengah masih cukup dinamis sepanjang hari. Karena itu, masyarakat di wilayah rawan diminta memantau informasi resmi BMKG agar bisa menyesuaikan rencana perjalanan dan aktivitas harian.
Daftar wilayah yang perlu perhatian lebih
Berikut wilayah yang disebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat:
- Cilacap
- Banyumas/Purwokerto
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Kebumen
- Purworejo
- Wonosobo
- Magelang
- Boyolali
- Klaten
- Sukoharjo
- Wonogiri
- Karanganyar
- Grobogan
- Blora
- Rembang
- Pati
- Kudus
- Jepara
- Semarang bagian Ungaran dan Ambarawa
- Temanggung
- Pemalang
- Brebes
- Cilacap wilayah barat atau Majenang
- Kota Surakarta/Solo
- Kota Salatiga
BMKG menekankan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat berkembang dari hujan sedang menjadi lebih lebat dalam periode singkat, terutama pada siang hingga malam hari. Masyarakat di wilayah yang masuk prakiraan hujan dan angin kencang diimbau tetap waspada terhadap gangguan perjalanan, genangan, serta risiko lain yang dapat muncul dari hujan berintensitas tinggi.
Source: jateng.jpnn.com




