Bernadya Mengubah Ketakutan Lama Jadi Album Paling Personal, Begini Ceritanya

Author: Cung Media

Bernadya membawa sisi paling rapuh dalam dirinya ke album penuh keduanya, Semoga Hanya di Mimpi. Bukan drama besar yang menjadi sumber utama, melainkan ketakutan lama terhadap rasa tenang dan bahagia yang justru membuatnya gelisah.

Album ini terasa personal karena lahir dari kekhawatiran yang lama dipendam. Bernadya mengolah rasa waswas itu menjadi lirik dan suasana lagu, lalu merangkainya menjadi karya baru yang kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Berangkat dari ketakutan yang jarang dibicarakan

Bernadya menjelaskan bahwa gagasan album ini muncul setelah ia membaca artikel tentang cherophobia, yaitu ketakutan terhadap kebahagiaan karena ada rasa takut bahwa setelah momen bahagia akan datang hal buruk. Dari situ, ia mulai melihat ketenangan bukan selalu sebagai sesuatu yang aman.

Rasa cemas itu kemudian menjadi inti banyak lagu di album ini. Bernadya memilih untuk tidak menutupi kegelisahan tersebut, melainkan menjadikannya bahan utama dalam proses penciptaan.

Lahir saat hidup justru terasa normal

Menariknya, album ini lahir ketika hidup Bernadya sedang berjalan relatif stabil. Tidak ada momen besar yang mengguncang proses penulisan, sehingga karya ini justru tumbuh dari rutinitas yang tampak tenang di permukaan.

Namun ketenangan itu tidak sepenuhnya memberi rasa aman. Bernadya mengaku sempat merasa bahwa kondisi yang tenang bisa menjadi pertanda akan datangnya sesuatu yang tidak diinginkan.

Lirik yang sempat ingin diubah

Kegelisahan tersebut bahkan sempat memengaruhi pilihan kata dalam lagu. Bernadya mengaku sempat terpikir menulis ulang beberapa bagian lirik “Laut yang Tenang” karena khawatir kalimat yang ditulis justru menjadi semacam doa buruk.

Pada akhirnya, ia mempertahankan lirik pertama yang muncul. Baginya, bagian itulah yang paling jujur dan paling mewakili perasaan yang ingin disampaikan.

Kolaborasi dengan produser lama dan baru

Dalam pengerjaan album ini, Bernadya bekerja dengan sejumlah produser dari latar berbeda. Enrico Octaviano menangani “Sebelum Jadi Panjang” dan “Laut yang Tenang”, dengan kontribusi penulisan dari Baskara Putra.

Dennis Ferdinand menggarap “Peluk Aku Sekarang!”, sementara Vega Antares terlibat dalam “Menyenangkan Mengenalmu”. Dua kolaborator lama Bernadya juga kembali bergabung, yakni Rendy Pandugo dan Petra Sihombing.

Rendy menangani “Lawan Waktu dan Jarak”, “Rabun Jauh”, “Tolong Bilang Ini Mimpi”, serta “Belum Sempat Kenal”. Sementara itu, Petra mengerjakan “Wanita Tak Punya Malu” dan “Kita Buat Menyenangkan”.

Bernadya menyebut bekerja dengan produser baru memberi tantangan tersendiri karena ia harus menyesuaikan cara kerja dan penulisan lagunya dengan ritme masing-masing. Ia juga menilai proses bersama Perunggu berjalan cepat dan spontan, bahkan ada lagu yang rampung dalam waktu singkat.

Warna pop 2000-an yang terasa lebih organik

Secara musikal, Semoga Hanya di Mimpi menawarkan nuansa berbeda dari karya Bernadya sebelumnya. Album ini banyak mengambil inspirasi dari pop Indonesia era awal 2000-an, dengan dominasi instrumen organik dan sentuhan elektronik yang dibuat halus.

Ketertarikan itu ikut dipicu respons positif terhadap nuansa 2000-an dalam lagu “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”. Selama proses pengerjaan, Bernadya juga banyak mendengarkan album 18 milik Audy.

Meski membawa warna baru, album ini tetap menonjolkan ciri khas Bernadya lewat vokal lembut dan lirik yang tajam. Perpaduan itu membuat lagu-lagunya tetap terasa dekat dengan pengalaman emosional banyak pendengar.

Harapan Bernadya untuk album barunya

Bernadya berharap album ini bisa sampai ke telinga pendengar yang tepat dan menjadi teman yang menyenangkan. Ia juga ingin hal-hal menyedihkan dan menakutkan di dalam lagu-lagunya cukup berhenti sebagai pengalaman di dalam mimpi.

Dengan pendekatan yang lebih personal, kolaborasi yang beragam, dan pengaruh pop awal 2000-an, Semoga Hanya di Mimpi memperlihatkan sisi Bernadya yang lebih reflektif tanpa meninggalkan identitas musikalnya. Album ini kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital.

Source: www.medcom.id
Terbaru