Kabar tentang iPhone lipat pertama Apple kembali menguat, dan arah terbarunya membuat target peluncuran September 2026 terlihat semakin masuk akal. Sejumlah laporan rantai pasok menyebut perangkat yang dijuluki iPhone 18 Foldable atau iPhone 18 Ultra masih dipersiapkan untuk debut pada periode itu.
Yang membuat isu ini semakin menarik adalah sinyal bahwa pengiriman komponen dalam jumlah terbatas tetap berjalan. Itu berarti Apple, setidaknya menurut laporan yang beredar, belum menggeser rencana besarnya meski sebelumnya sempat muncul prediksi soal potensi penundaan.
Jadwal yang paling banyak disebut masih September 2026
Apple belum mengonfirmasi nama, tanggal, maupun spesifikasi perangkat lipat pertamanya. Namun, jika target internal tak berubah, perangkat ini disebut bisa meluncur bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dalam agenda peluncuran September.
Untuk pasar utama seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan India, perangkat ini diperkirakan masuk gelombang awal distribusi. Pola tersebut sejalan dengan strategi peluncuran Apple untuk lini iPhone premium dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah orang dalam industri memperkirakan pengumuman akan berlangsung pada September 2026, dengan pre-order dibuka pada bulan yang sama. Penjualan perdana disebut kemungkinan jatuh pada September atau Oktober 2026, sementara ketersediaan global yang lebih luas diperkirakan menyusul pada Oktober hingga November 2026.
Meski begitu, semua tanggal tersebut masih sebatas perkiraan. Apple belum mengumumkan jadwal resmi, sehingga rincian akhirnya masih bisa berubah menjelang peluncuran.
Harga yang beredar menempatkannya di kelas ultra-premium
Jika bocoran harga ini akurat, iPhone lipat Apple akan langsung masuk jajaran ponsel termahal yang pernah dirilis perusahaan tersebut. Posisinya disebut berada di atas seri iPhone Pro Max.
Perkiraan harga awal di Amerika Serikat berada di $1,999. Di Kanada, nilainya disebut sekitar CAD 2,699, sementara di Inggris sekitar £1,899.
Untuk Australia, harga yang beredar berada di kisaran AUD 3,299. Di India, banderol yang diperkirakan muncul adalah sekitar ₹1,89,900 hingga ₹2,09,900.
Angka itu masih bisa berubah tergantung pajak, kapasitas penyimpanan, dan kebijakan harga tiap wilayah. Namun arah besarnya sudah jelas, yaitu perangkat lipat ini diposisikan sebagai model iPhone paling premium dalam portofolio Apple.
Spesifikasi yang paling sering muncul di bocoran
Laporan yang beredar menyebut perangkat ini akan memakai layar utama OLED lipat 7,8 inci. Di bagian luar, Apple disebut menyiapkan cover display 5,5 inci untuk penggunaan cepat saat perangkat tertutup.
Dari sisi dapur pacu, nama chip yang paling sering muncul adalah Apple A20 Pro, dengan modem Apple C2. Kapasitas RAM diperkirakan bisa mencapai 12GB, sedangkan penyimpanan internal disebut dapat tersedia hingga 1TB.
| Bagian | Detail yang Beredar |
|---|---|
| Layar utama | OLED lipat 7,8 inci |
| Layar luar | 5,5 inci |
| Chip | Apple A20 Pro |
| Modem | Apple C2 |
| RAM | Hingga 12GB |
| Penyimpanan | Hingga 1TB |
| Kamera | Kamera belakang ganda |
| Keamanan | Touch ID di tombol daya |
Untuk kamera, perangkat ini dirumorkan memakai sistem kamera belakang ganda. Apple juga disebut memilih Touch ID yang terintegrasi ke tombol daya, alih-alih mengandalkan pendekatan lain yang belum disebut dalam laporan itu.
Fokusnya tidak hanya pada performa mentah. Perangkat ini dikabarkan mengejar multitasking, produktivitas, dan efisiensi baterai yang lebih baik, dua hal yang biasanya menjadi perhatian utama di ponsel lipat.
Desain buku tipis dan tantangan terbesar di engsel
Bentuk yang paling banyak disebut adalah model lipat seperti buku. Saat dibuka, perangkat ini diharapkan memberi area kerja mendekati tablet, lalu kembali menjadi ponsel yang lebih ringkas saat dilipat.
Apple juga dilaporkan berusaha menekan tampilan lipatan layar agar tidak terlalu terlihat. Ini penting karena bekas lipatan masih menjadi salah satu titik kritik di banyak ponsel lipat premium yang lebih dulu hadir di pasar.
Selain itu, iPhone 18 Ultra disebut bisa menjadi salah satu ponsel lipat paling tipis di kelasnya. Pendekatan ini menunjukkan Apple tampaknya ingin menyeimbangkan portabilitas dengan layar besar yang tetap nyaman dipakai.
Di sisi lain, tantangan terbesar masih ada pada engsel. Sumber industri menyebut Apple sudah banyak mengatasi kekhawatiran soal lipatan layar, tetapi penyempurnaan engsel masih terus dilakukan.
Isu itu penting karena ponsel lipat mengalami tekanan mekanis terus-menerus saat dibuka dan ditutup selama bertahun-tahun. Ada pula bocoran yang menyebut Apple dapat memakai material liquid metal canggih untuk memperkuat bagian engsel agar lebih tahan lama tanpa mengorbankan desain tipis.
Beberapa fitur premium lain juga ikut disebut, mulai dari multitasking tingkat lanjut, antarmuka iOS yang dioptimalkan untuk layar lipat, hingga fitur berbasis AI yang lebih canggih. Jika seluruh rencana ini berjalan sesuai jadwal, iPhone 18 Foldable berpotensi menjadi salah satu peluncuran produk Apple paling penting sejak era iPhone X.
Untuk saat ini, perhatian pasar masih tertuju pada satu pertanyaan yang sama: apakah Apple benar-benar siap membawa iPhone lipat pertamanya ke panggung pada September 2026.
