Bensin AS Tembus US$4 per Galon Lagi, Konflik Iran Memicu Tekanan di Pompa

Harga rata-rata bensin Regular di Amerika Serikat kembali melewati US$4 per galon pada Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan ini menempatkan biaya bahan bakar kembali menjadi perhatian ketika konflik antara AS dan Iran meningkatkan ketidakpastian di pasar energi.

Level rata-rata nasional tercatat US$4,003 per galon untuk bensin jenis yang paling banyak digunakan pengendara AS. Satu galon setara sekitar 3,8 liter, sehingga perubahan beberapa sen pada harga rata-rata dapat terasa luas bagi konsumen.

Harga Bensin AS sebelumnya sempat bergerak di kisaran US$3,9 per galon pada pertengahan Juni. Saat itu, nota kesepahaman antara Washington dan Teheran sempat meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.

Situasi berubah pada Juli setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan sejak 8 Juli. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah, membuat risiko geopolitik kembali mendominasi perhatian pasar.

Selisih Harga Antarnegara Bagian

Kenaikan di tingkat nasional tidak berarti seluruh wilayah AS memiliki harga yang sama. Perbedaan harga terlihat lebar, dari Ohio yang masih berada di bawah rata-rata nasional hingga California yang jauh melampaui US$5 per galon.

WilayahHarga per galonKeterangan
CaliforniaUS$5,4Tertinggi dalam data yang tersedia
WashingtonDi atas US$5Melewati ambang US$5
HawaiiDi atas US$5Melewati ambang US$5
OhioUS$3,8Terendah secara nasional

California mencatat harga paling menonjol, yakni US$5,4 per galon. Washington dan Hawaii juga telah berada di atas US$5 per galon, menunjukkan tekanan harga yang lebih berat di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, Florida, Colorado, Virginia, Delaware, dan New Mexico masih mencatat harga di bawah US$4 per galon. Ohio menjadi negara bagian dengan harga terendah yang disebutkan, pada level US$3,8 per galon.

Kontras tersebut memperlihatkan bahwa dampak kenaikan harga bahan bakar tidak dirasakan secara seragam. Konsumen di negara bagian dengan harga tinggi menghadapi biaya pengisian bahan bakar yang lebih besar dibanding wilayah yang masih berada di bawah rata-rata nasional.

Konflik AS-Iran Kembali Menjadi Sorotan

Konflik AS-Iran telah berlangsung sejak Februari 2026 dan kembali meningkat pada Juli. Ketegangan ini menjadi faktor penting karena perkembangan di Timur Tengah dapat memengaruhi sentimen terhadap pasokan dan perdagangan energi global.

Ketegangan mencapai fase baru pada 9 Juli ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 18 Juni tidak lagi berlaku. Iran menuduh Washington melanggar kesepakatan yang sebelumnya ditujukan untuk mengakhiri konflik.

Data statistik bahan bakar setempat yang dikutip RIA Novosti menunjukkan rata-rata bensin Regular telah menembus angka psikologis US$4 per galon. Angka tersebut menjadi lebih penting karena harga sempat melandai setelah munculnya kesepahaman antara kedua negara pada Juni.

Harga Minyak Global Menentukan Arah Berikutnya

Pergerakan bensin di AS berjalan seiring dengan tekanan pada harga minyak global akibat ketidakpastian geopolitik. Konflik yang belum mereda membuat pasar terus mencermati setiap perkembangan yang berpotensi mengubah arah harga energi.

Harga di pompa dapat tetap menjadi indikator yang mudah terlihat oleh konsumen atas gejolak tersebut. Selama ketegangan antara Washington dan Teheran bertahan, arah minyak global serta rata-rata harga bensin AS akan terus menjadi perhatian.

Source: mediaindonesia.com
Terkait