BEM Bersatu mengklaim melihat tanda-tanda kepentingan politik praktis di balik gerakan penolakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Aliansi mahasiswa itu juga menyoroti dugaan jejaring yang dikaitkan dengan Tiyo Ardianto, purnawirawan TNI, dan tokoh politik tertentu.
Juru bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyampaikan dugaan itu dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menyebut ada indikasi keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan yang belakangan menyorot MBG.
Mobil yang dipakai Tiyo ikut disorot
Salah satu hal yang dicermati BEM Bersatu adalah mobil yang digunakan Tiyo Ardianto. Menurut Rahmat, Fortuner yang dipakai Tiyo diduga terdaftar atas nama SN, yang disebut sebagai adik Letjen TNI Purnawirawan SS.
Rahmat juga mengaitkan SS dengan Jenderal TNI Purnawirawan AP, yang ia sebut sebagai tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Ia bahkan menilai kehadiran politisi PDI Perjuangan AW di tengah massa aksi ikut memperkuat dugaan adanya jaringan politik tertentu.
BEM Bersatu turut menyinggung forum yang dihadiri Tiyo Ardianto di Bandung. Rahmat menyebut Tiyo hadir dalam dialog nasional kebangsaan bersama Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa.
Dalam forum itu, menurut Rahmat, Letjen TNI Purnawirawan SS juga tercatat hadir. Dari rangkaian itu, BEM Bersatu menilai ada jejaring yang patut dicermati dan tidak bisa diabaikan begitu saja.
BEM Bersatu ingin gerakan mahasiswa tetap steril
Aliansi itu menegaskan penolakan terhadap gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis. Rahmat menegaskan gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan.
BEM Bersatu juga mengkritik sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini. Mereka menilai sebagian aksi mulai kehilangan arah karena minim kajian, lemah argumentasi, dan tidak jelas substansi tuntutannya.
Menurut aliansi itu, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah gerakan masih berpihak pada rakyat atau sudah disusupi agenda tertentu. Mereka juga mempertanyakan mengapa perhatian justru tersedot ke isu yang dinilai bukan kebutuhan utama masyarakat.
Di sisi lain, BEM Bersatu menilai program MBG punya dampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat. Meski begitu, mereka tetap menekankan perlunya perbaikan tata kelola agar program berjalan lebih baik.
Dukung MBG, tapi tetap awasi tata kelola
BEM Bersatu menyatakan menolak narasi krisis yang dianggap tidak berbasis data utuh. Mereka menilai narasi seperti itu bisa mengalihkan fokus publik dari agenda penting, termasuk pemberantasan korupsi.
Aliansi ini juga menyebut adanya dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar. Dalam pernyataannya, BEM Bersatu mengutip klarifikasi sejumlah BEM, termasuk Universitas Negeri Jakarta dan Unindra, yang disebut menolak keterlibatan pihak di luar gerakan.
Rahmat menegaskan perlunya sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, maupun intervensi politik praktis. Ia mengatakan gerakan mahasiswa harus dijaga agar tetap independen dan berpihak pada rakyat.
BEM Bersatu juga menyatakan mendukung keberlanjutan program MBG dengan catatan adanya perbaikan tata kelola. Mereka ikut mendukung pengusutan dugaan korupsi tanpa pandang bulu dan mengajak mahasiswa mengawal proses hukumnya secara kritis serta objektif.
Pernyataan BEM Bersatu ini menambah sorotan terhadap arah gerakan mahasiswa yang belakangan ramai dibicarakan, terutama setelah muncul dugaan keterkaitan antara aksi penolakan MBG dengan jejaring tokoh politik dan purnawirawan militer yang disebut dalam konferensi pers tersebut.
