Belanda Lebih Komplet, Luka Pahit 2022 Jadi Bahan Bakar Menuju Trofi Dunia

Denzel Dumfries melihat Timnas Belanda datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekad yang jauh lebih besar dari sekadar ikut serta. Bek sayap Inter Milan itu menegaskan De Oranje menargetkan gelar juara dunia, dengan skuad yang ia nilai lebih komplet dan lebih siap bersaing di Amerika Utara.

Keyakinan itu lahir dari kombinasi antara kualitas pemain dan rasa lapar untuk menebus kegagalan lama. Belanda masih menyimpan luka dari Piala Dunia 2022, ketika mereka tersingkir di perempat final oleh Argentina.

Target yang tidak setengah hati

Dumfries menolak pandangan bahwa Belanda akan datang sebagai pelengkap turnamen. Ia menegaskan timnya hadir untuk menang dan merasa punya pemain yang bisa mewujudkannya.

“Kami berpartisipasi untuk menang dan juga memiliki pemain yang mampu melakukannya,” kata Dumfries dalam laporan resmi FIFA. Pernyataan itu menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi terhadap skuad asuhan Ronald Koeman.

Optimisme itu juga muncul karena Dumfries menilai persiapan Belanda kali ini lebih matang dibanding sebelumnya. Menurutnya, fondasi mental tim sudah lebih kuat untuk menghadapi turnamen besar yang menuntut konsistensi tinggi.

Luka lama yang jadi bahan bakar

Kekalahan dari Argentina di Qatar masih meninggalkan rasa kecewa yang dalam bagi para pemain Belanda. Dumfries justru melihat kegagalan itu sebagai pelajaran yang bisa menguatkan mental tim untuk misi berikutnya.

“Itu pil pahit karena kami tersingkir, tetapi itu pasti menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk mewujudkan tujuan kami kali ini,” ujarnya. Dari sudut pandang Belanda, trofi dunia bukan hanya ambisi, tetapi juga cara untuk menebus kegagalan yang belum hilang dari ingatan.

Meski begitu, Dumfries mengingatkan bahwa kualitas saja tidak cukup untuk menembus level juara. Belanda harus membuktikan diri dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Grup berat menanti sejak awal

Perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 tidak akan ringan sejak fase grup. Mereka akan berada di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.

Komposisi itu membuat setiap laga awal punya bobot penting bagi De Oranje. Dumfries menilai peluang tetap terbuka selama tim bisa menjaga fokus dan menjalankan strategi dengan disiplin.

Kepercayaannya juga datang dari racikan taktik Ronald Koeman. Ia menilai sistem permainan dan kedisiplinan tim bisa menjadi modal penting untuk melewati persaingan yang ketat.

Panggung terbesar bagi Dumfries

Bagi Dumfries, Piala Dunia tetap menjadi panggung paling bergengsi dalam kariernya. Ia menyebut ajang itu sebagai momen terbesar di olahraga dan menilai kesempatan membela Belanda di sana sangat spesial.

Pemain berusia 30 tahun itu juga berjanji memberi kontribusi maksimal dari sisi sayap, baik saat menyerang maupun bertahan. Dengan semangat itu, Belanda kini menatap Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa skuad mereka benar-benar lebih lengkap dan siap mengejar trofi perdana dalam sejarah.

Source: www.suara.com
Terkait