Target medali perak di Asian Games 2026 tidak menjadi satu-satunya perhatian PP Perpani. Federasi panahan Indonesia juga meminta tambahan masseur dan berharap atlet tidak ditempatkan di kapal pesiar selama berada di Aichi Nagoya.
Dua kebutuhan tersebut dinilai berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesiapan fisik atlet sebelum bertanding. PP Perpani sedang menyiapkan 10 atlet untuk menghadapi ajang multievent tersebut.
Target Naik Satu Tingkat dari Asian Games 2023
Panahan Indonesia membawa modal medali perunggu dari Asian Games 2023. Karena itu, PP Perpani membidik peningkatan hasil menjadi perak pada edisi 2026.
Sekretaris Jenderal PP Perpani Irawadi Hanafi mengatakan perak menjadi target awal karena berarti tim dapat mencapai partai final. Jika mampu menembus fase tersebut, peluang merebut medali emas tetap terbuka.
“Target kami inginnya meningkat menjadi perak karena Asian Games 2023 kami dapat perunggu. Tapi itu sebelum ada masalah efisiensi, karena kalau bisa perak kan sudah capai final. Bisa dapat emas juga,” kata Irawadi.
Persiapan tim sempat terdampak efisiensi yang mengganggu pelaksanaan pemusatan latihan nasional. Meski demikian, federasi menegaskan para atlet tetap akan berupaya menjaga performa hingga masa pertandingan.
| Fokus | Kondisi dan Harapan PP Perpani |
|---|---|
| Target prestasi | Meningkat dari perunggu Asian Games 2023 menjadi perak. |
| Pendamping atlet | Meminta tambahan satu masseur yang melekat bersama tim. |
| Penempatan kontingen | Berharap atlet panahan tidak ditempatkan di kapal pesiar. |
Masseur Dinilai Penting untuk Menjaga Kondisi Atlet
Permintaan yang paling spesifik dari PP Perpani adalah tambahan satu masseur untuk mendampingi tim panahan. Menurut Irawadi, kuota pendamping yang diterima belum mencakup tenaga tersebut.
Ia menyebut masseur biasanya disediakan oleh CdM dan Komite Olimpiade Indonesia pada ajang seperti SEA Games maupun Olimpiade. Namun, pendamping yang tidak berada dekat dengan tim dinilai kurang ideal bagi kebutuhan atlet panahan.
“Kami hanya diberi jatah itu tapi tak diberi satu orang pendamping, yaitu masseur,” ujar Irawadi. Ia berharap penambahan satu masseur dapat dipertimbangkan agar penanganan fisik atlet bisa dilakukan lebih cepat dan dekat.
Kebutuhan pendamping ini disampaikan saat visitasi CdM Asian Games Todotua Pasaribu dan tim di Lapangan Panahan GBK pada Selasa (21/7/2026). Sport.detik.com melaporkan kunjungan tersebut menjadi kesempatan federasi menyampaikan kebutuhan kontingen menjelang keberangkatan.
Pengalaman di Kapal Pesiar Jadi Pertimbangan
Selain pendampingan fisik, PP Perpani menyoroti skema penempatan kontingen Indonesia di beberapa lokasi penginapan di Aichi Nagoya. Salah satu pilihan yang disebut dalam perkampungan atlet adalah penggunaan kapal pesiar.
Irawadi berharap cabang panahan tidak ditempatkan di kapal tersebut karena pengalaman sebelumnya dianggap dapat mengganggu kenyamanan atlet. Ia mengatakan atlet pernah merasakan guncangan yang cukup terasa saat tinggal di kapal pesiar.
“Pengalaman atlet kami pernah tinggal di kapal pesiar dan itu terasa sekali giyang,” jelasnya. PP Perpani berharap fasilitas itu lebih diprioritaskan untuk cabang olahraga air yang dinilai lebih terbiasa dengan kondisi di kapal.
Todotua Pasaribu menyatakan program latihan dan Pelatnas telah berjalan melalui program Kemenpora serta Komite Olimpiade Indonesia. Tim CdM Asian Games nantinya bertugas memastikan pengorganisasian kontingen, mulai dari persiapan, keberangkatan, hingga pemulangan.
Ia juga menyebut kondisi sejumlah cabang olahraga telah dibahas dalam Rapat Anggota Luar Biasa. Pembahasan internal itu diharapkan tidak mengganggu konsentrasi atlet yang tengah mengejar target pada Asian Games 2026.
Source: sport.detik.com






