Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan, Strategi Baru Membuat Penyelundup Menanggung Biaya Mahal

Pemerintah memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak akan dibubarkan setelah melihat perbaikan kinerja di internal lembaga tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perubahan kepemimpinan, penataan pegawai, dan pengawasan lebih ketat mulai menghasilkan dampak nyata.

Perubahan pendekatan juga diarahkan langsung kepada pelaku penyelundupan. Barang ilegal tidak lagi menjadi satu-satunya sasaran penindakan karena kendaraan pengangkutnya kini dapat ditahan sampai proses hukum selesai.

Kendaraan Pengangkut Ikut Ditahan

Purbaya menyatakan kebijakan penahanan kendaraan diterapkan agar biaya menjalankan praktik ilegal semakin besar. Langkah ini menyasar truk dan kendaraan lain yang dipakai mengangkut barang selundupan di berbagai daerah.

“Saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal menjadi mahal,” ujar Purbaya. Pemerintah berharap risiko yang lebih tinggi dapat menekan minat pelaku untuk kembali melakukan pelanggaran kepabeanan.

Pengawasan di pelabuhan dan bandara turut diperketat untuk mempersempit jalur masuk barang tanpa prosedur resmi. Kebijakan tersebut disebut membantu mengungkap lebih banyak perkara, termasuk penyelundupan emas ilegal.

Penindakan Rokok Ilegal dan Narkotika Meningkat

Penguatan pengawasan terlihat pada jumlah penindakan terhadap barang ilegal. Dalam periode yang disampaikan Kementerian Keuangan, penindakan rokok ilegal mencapai 684 juta batang atau meningkat 125,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Jumlah kasus narkotika yang ditangani juga naik menjadi 522 kasus. Kenaikannya tercatat sebesar 10,8% secara tahunan, menunjukkan pengawasan tidak hanya berfokus pada penerimaan negara.

Jenis PenindakanRealisasiPerubahan Tahunan
Rokok ilegal684 juta batangNaik 125,8%
Kasus narkotika522 kasusNaik 10,8%

Purbaya menyebut peredaran barang selundupan dan rokok ilegal mulai berkurang seiring pengawasan diperketat. Ia juga mengatakan pertumbuhan penerimaan Bea Cukai telah melampaui 6% dan mendekati 7%.

Penerimaan Sempat Tertekan pada Awal Tahun

Kinerja penerimaan bea dan cukai sempat mengalami kontraksi pada tiga bulan pertama 2026. Perbaikan mulai terlihat pada April ketika realisasi kembali mencatat pertumbuhan positif.

Data Kementerian Keuangan yang dikutip Liputan6 menunjukkan realisasi penerimaan bea dan cukai hingga April mencapai Rp100,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 0,6% dan dibandingkan dengan realisasi Rp67,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PeriodeRealisasi atau PertumbuhanKeterangan
Januari 2026Minus 14%Kontraksi tahunan
Februari 2026Minus 14,7%Kontraksi tahunan
Maret 2026Minus 12,6%Masih tertekan
April 2026Rp100,6 triliun, tumbuh 0,6%Kembali tumbuh positif

Menurut Purbaya, pemulihan pada April menjadi salah satu tanda bahwa jajaran Bea Cukai mulai lebih serius menjalankan tugas. Perbaikan penerimaan berjalan beriringan dengan peningkatan penindakan atas pelanggaran kepabeanan.

Perombakan Pegawai dan Pimpinan

Dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan pada Selasa, 21 Juli 2026, Purbaya menjelaskan bahwa pegawai serta pimpinan di lingkungan Bea Cukai telah dirombak. Penataan tersebut ditujukan untuk memperkuat integritas institusi dan memperbaiki pengawasan di lapangan.

“Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik,” kata Purbaya. Ia menegaskan pimpinan yang baru memahami tuntutan untuk menjaga perbaikan kinerja lembaga.

Purbaya juga menyampaikan bahwa para pimpinan mengetahui konsekuensi jika pembenahan tidak berjalan. “Mereka tahu kalau mereka tidak baik mereka akan dibubarkan,” ujarnya.

Presiden Menilai Bea Cukai Masih Bisa Diperbaiki

Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah melihat perbaikan signifikan di lingkungan Bea Cukai. Wacana pembubaran yang sebelumnya pernah disampaikan Presiden kini bergeser menjadi dorongan agar lembaga tersebut terus dibenahi.

“Kalau dulu beliau bilang bubarkan, sekarang beliau mengatakan Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki,” kata Purbaya. Menurutnya, Presiden juga menilai jajaran Bea Cukai kini mulai lebih berhati-hati terhadap potensi penyimpangan.

Source: www.liputan6.com
Terkait