BBIB Singosari Dinilai Jadi Aset Strategis, Semen Wagyu dan Belgian Blue Jadi Andalan Baru

Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Malang kian menegaskan perannya sebagai penopang penting peternakan nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai lembaga ini bukan sekadar fasilitas teknis, tetapi aset strategis untuk memperkuat genetika ternak Indonesia.

Perhatian itu mengarah pada satu poin utama, yakni ketersediaan semen beku sapi unggul seperti Wagyu dan Belgian Blue. Teknologi reproduksi yang dikembangkan BBIB dinilai bisa mendorong produktivitas peternakan di banyak daerah sekaligus membantu jalan menuju swasembada daging.

Wagyu dan Belgian Blue masuk daftar utama

Khofifah melihat langsung sejumlah sapi unggulan saat meninjau BBIB Singosari di Kabupaten Malang. Di antaranya ada Belgian Blue, jenis yang sempat diperkenalkan Duta Besar Belgia pada 2018 di Surabaya.

Ia juga mengingat momen menjelang Idul Adha saat bertemu peternak sapi dari Mojokerto hingga akhirnya membeli Belgian Blue. Menurut Khofifah, semen beku Belgian Blue sudah mulai dimanfaatkan peternak di Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember.

Penggunaannya masih bisa diperluas ke daerah lain, termasuk untuk peluang kawin silang Belgian Blue. Di sisi lain, BBIB Singosari disebut telah memiliki semen beku Wagyu dalam jumlah sangat banyak.

Khofifah menegaskan, pengembangan Wagyu memerlukan perlakuan ekstra agar kualitas dagingnya mendekati standar Jepang. Ia juga menyebut harga daging Wagyu di restoran dan hotel berbintang bisa berada di atas Rp 1 juta per kilogram.

BBIB memasok mayoritas kebutuhan nasional

Kepala BBIB Singosari Akbar menjelaskan, lembaganya merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang memproduksi sekaligus mendistribusikan semen beku unggul. Peran BBIB disebut memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan nasional.

Hingga semester pertama tahun 2026, BBIB Singosari telah memproduksi 895.559 dosis semen beku. Total stoknya mencapai sekitar 4,7 juta dosis dan dinilai cukup untuk kebutuhan program inseminasi buatan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Rumpun UnggulStatus di BBIB SingosariCatatan Penting
Belgian BlueTersedia dan mulai dimanfaatkan peternakSudah digunakan di Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember
WagyuTersedia dalam jumlah sangat banyakButuh perlakuan ekstra agar kualitas daging mendekati standar Jepang

BBIB saat ini memiliki 192 pejantan unggul dari berbagai rumpun sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba. Daftarnya mencakup Belgian Blue, Wagyu, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, sapi Bali, sapi Madura, Peranakan Ongole, hingga Friesian Holstein.

Ekspor dan target inseminasi buatan

Selain untuk kebutuhan dalam negeri, BBIB Singosari juga sudah mengekspor lebih dari 35 ribu dosis semen beku ke 11 negara. Tujuan ekspor itu meliputi Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Nigeria, Afghanistan, Madagaskar, Myanmar, Tanzania, Zimbabwe, Ethiopia, dan Kyrgyzstan.

Khofifah mendorong seluruh provinsi memanfaatkan fasilitas BBIB secara optimal agar program inseminasi buatan bisa berjalan lebih luas dan terarah. Kolaborasi BBIB Singosari dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus diperkuat untuk mengejar target lebih dari satu juta akseptor sapi pada 2026.

Ia tetap optimistis Indonesia bisa menuju swasembada daging dalam tiga tahun ke depan. Fondasinya, menurut Khofifah, sudah tersedia melalui sinergi antardaerah, optimalisasi inseminasi buatan, peningkatan kualitas bibit ternak, dan pendampingan berkelanjutan kepada peternak.

Source: jatimupdate.id

Terkait