Baznas memperluas peran zakat lewat pemberdayaan yang menyentuh kelompok rentan secara langsung di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program ini mendorong warga binaan penyandang disabilitas mental untuk tidak hanya pulih, tetapi juga ikut membangun usaha batik yang memberi penghasilan.
Di Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, para peserta Program Kelompok Disabilitas Berdaya terlibat dalam produksi Batik Ciprat. Mereka diposisikan sebagai pelaku usaha sekaligus penerima pendampingan kemandirian yang dirancang untuk menguatkan keterampilan kerja dan rasa percaya diri.
Modal Usaha dan Pendampingan
Baznas RI menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp50 juta untuk pengembangan Batik Ciprat di yayasan tersebut. Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, serta Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, melakukan monitoring dan evaluasi atas pemanfaatan bantuan itu.
Saidah mengapresiasi konsistensi Yayasan Antara Graha Berdaya dalam mendampingi para penyandang disabilitas mental agar mampu mengikuti kegiatan produktif secara berkelanjutan. Ia menilai pendampingan yang tepat menjadi kunci agar mereka bisa hidup lebih mandiri.
Baznas juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal program tersebut. Saidah menyebut pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat yang tidak hanya membantu kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Melalui kegiatan membatik, para peserta memperoleh keterampilan dan penghasilan dalam satu waktu. Ruang kerja itu juga memberi kesempatan bagi mereka untuk membangun kembali kemampuan bersosialisasi sebagai bagian dari proses pemulihan.
Saidah berharap sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berjalan berkelanjutan. Ia menilai manfaat zakat perlu bergerak dari pola konsumtif menuju kemandirian ekonomi bagi penerimanya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi. Ia menilai perhatian Baznas memberi dampak ekonomi sekaligus memperbaiki kondisi psikologis warga binaan di yayasan tersebut.
Lukman mengatakan Yayasan Antara Graha Berdaya selama ini bertahan berkat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak. Bantuan modal usaha dari Baznas dinilai menjadi penguat bagi keberlangsungan program pemberdayaan dan bukti bahwa kelompok disabilitas juga bisa berdaya jika diberi kesempatan.
