
Barlina Lina menarik perhatian warganet di Hong Kong karena tetap bugar dan lentur di usia 57 tahun. Perempuan asal Purwokerto itu tampil rutin memperlihatkan latihan fleksibilitas, stretching, dead hang, hingga penguatan bahu di media sosial.
Sorotan publik makin besar setelah aksinya berlatih pada Sabtu (9/5/2026) viral. Banyak warganet kagum karena tubuhnya dinilai masih kuat dan lentur meski usianya sudah mendekati kepala enam.
Dari pekerja rumah tangga ke dunia latihan
Perjalanan Barlina di dunia olahraga tidak dimulai sejak muda. Ketertarikan seriusnya justru baru tumbuh saat berusia 49 tahun, ketika ia sudah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hong Kong.
Ia mulai meniru gerakan warga lokal yang rutin berolahraga di taman pada hari libur. Dari kebiasaan sederhana itu, ia membangun latihan secara otodidak, dimulai dari gerakan dasar lalu berkembang ke teknik yang lebih kompleks.
Perubahan itu kemudian membawanya lebih jauh ke dunia yoga saat berusia 53 tahun. Dua tahun setelah itu, ia mengambil sertifikasi instruktur yoga untuk memperdalam pengetahuan dan latihannya.
Belajar serius dengan biaya besar
Untuk mengikuti pelatihan guru yoga, Barlina sempat meminjam dana 28.000 dollar Hong Kong dari majikannya. Langkah itu menunjukkan keseriusannya menekuni bidang yang sebelumnya hanya ia lihat dari kebiasaan warga sekitar.
Kini, ia juga mengikuti kelas privat gym outdoor selama 12 jam setiap minggu. Kelas itu ia gunakan untuk memahami anatomi otot dan kekuatan tulang agar latihannya lebih terarah.
Ketekunan tersebut membuat aktivitas fisiknya tidak berhenti pada sesi latihan pribadi. Ia tetap menjaga tubuhnya agar aktif bergerak setiap hari di tengah kesibukan mengurus rumah tangga.
Aktif berbagi di media sosial
Barlina tidak hanya berlatih untuk dirinya sendiri. Di media sosial, ia juga kerap membagikan konten edukasi olahraga melalui YouTube, Facebook Pro, dan Instagram.
Ia sesekali melakukan siaran langsung stretching untuk mendorong orang-orang berusia lanjut tetap mau berolahraga. Pesannya sederhana, yaitu tetap bergerak meski hanya dengan gerakan ringan.
Dalam edukasinya, Barlina menekankan pentingnya pemanasan sebelum mencoba gerakan inti seperti menggantung atau peregangan ekstrem. Menurutnya, langkah itu penting agar pemula bisa terhindar dari cedera saat mulai berolahraga.
Menjaga rutinitas di sela pekerjaan
Rutinitas Barlina juga terlihat dari caranya memanfaatkan ruang yang ada. Area dapur hingga ruang publik ia gunakan untuk tetap berlatih di sela pekerjaan sehari-hari.
Ia pun menjaga pola makan sederhana untuk mendukung kebugarannya. Menu yang kerap ia pilih antara lain masakan rumah, jus sayuran, ubi, dan telur rebus sebagai sumber nutrisi utama.
Kisah Barlina menunjukkan bagaimana kebiasaan kecil bisa berkembang menjadi disiplin besar. Dari pekerja migran yang mulai berolahraga di usia paruh baya, ia kini dikenal sebagai instruktur yoga yang tetap aktif menginspirasi banyak orang di Hong Kong.
Source: www.koranmanado.co.id




