Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Perempuan Kendal, Dari Wonosari Lahir Usaha Telur Koperasi

Author: Cung Media

Bank Mandiri memperkuat ekonomi perempuan di Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, lewat dukungan yang diarahkan langsung ke usaha produktif berbasis desa. Langkah ini dirancang bukan hanya untuk membuka sumber pendapatan baru, tetapi juga membangun model usaha yang lebih berkelanjutan di tingkat keluarga.

Bantuan yang disalurkan mencakup mesin tetas telur, perlengkapan, dan berbagai peralatan untuk Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara. Skema ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang menempatkan koperasi sebagai penggerak usaha kawasan.

Kolaborasi untuk tekan kemiskinan ekstrem

Program tersebut masuk dalam Program Nasional Miskin Ekstrem Pasti Kerja “Emak-Emak Jadi Pengusaha” yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pendekatan ini melibatkan banyak pihak untuk mendorong pengentasan kemiskinan ekstrem melalui aktivitas usaha yang produktif.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, dukungan itu diarahkan untuk memperkuat model usaha produktif berbasis kawasan melalui budidaya Ayam Elba sebagai ayam petelur berbasis lokal. Rantai nilainya disusun dari penetasan bibit, pembesaran ayam, produksi telur, hingga distribusi dan pemasaran.

Elemen Dukungan Lokasi Tujuan Utama
Mesin tetas telur, perlengkapan, dan peralatan usaha Desa Wonosari, Kabupaten Kendal Memperkuat koperasi dan rantai usaha telur berbasis lokal
Budidaya Ayam Elba Desa Wonosari, Kabupaten Kendal Menciptakan usaha petelur yang berkelanjutan dan terintegrasi

Adhika menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, koperasi, dan masyarakat. Menurutnya, program ini diharapkan bisa mempercepat ekonomi keluarga sekaligus menanamkan fondasi usaha yang lebih kuat di desa.

Perempuan muda produktif jadi pelaku utama

Sasaran program ini adalah perempuan produktif berusia 18-45 tahun dari keluarga penerima bantuan sosial desil 1 hingga 4 di Desa Wonosari. Mereka diposisikan sebagai pelaku utama usaha pembesaran ayam petelur yang ditargetkan menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Bank Mandiri menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai fokus karena mereka dinilai punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi rumah tangga. Di sisi lain, banyak perempuan masih menghadapi keterbatasan akses modal, pelatihan, dan peluang usaha produktif.

Melalui koperasi yang berfungsi sebagai offtaker kawasan, keberlanjutan usaha penerima manfaat juga dijaga. Koperasi Widuri akan mengumpulkan hasil produksi dan menyalurkan telur dengan mekanisme harga yang lebih adil dan stabil.

Rantai pasok lokal dan ketahanan pangan ikut terdorong

Inisiatif ini juga menjawab kebutuhan masyarakat akan sumber protein hewani berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Mesin tetas telur diharapkan membantu produksi bibit secara mandiri agar rantai pasok lebih efisien dan berdaya saing.

Bank Mandiri berharap budidaya Ayam Elba dapat meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat dan menciptakan lapangan usaha produktif berbasis rumah tangga. Program ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Adhika menyebut keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan menciptakan dampak ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, model pemberdayaan ini diharapkan bisa direplikasi di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program TJSL. Perusahaan juga ingin menjaga perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan di berbagai wilayah Indonesia.

Source: keuangan.kontan.co.id
Terbaru