Bang Faiq Menahan Tawaran Endorsement setelah Akunnya Ditonton Jutaan Kali

Author: Cung Media

Bang Faiq, pedagang kambing asal Kota Batu bernama Faiq Muhammad Alkatiri, memilih tidak tergesa-gesa memanfaatkan popularitas mendadak di Instagram. Saat tawaran promosi mulai berdatangan, ia memutuskan menahan dan menyaring setiap peluang kerja sama secara perlahan.

Keputusan itu muncul setelah video pertama di akun Instagram @bangfaiq_batu menarik perhatian jutaan penonton hanya dalam waktu singkat. Perawakannya yang oleh banyak warganet dinilai menyerupai visualisasi Yesus membuat unggahan tersebut cepat menyebar luas.

Di tengah lonjakan perhatian itu, Bang Faiq mengaku masih berusaha menata diri. Ia belum membeberkan jumlah tawaran maupun jenis produk yang ingin dipromosikan melalui akun barunya.

“Memang benar sejak akun saya ramai, ada tawaran-tawaran (endorse), cuman sementara ini saya masih tahan dan filter dulu secara perlahan. Karena saya sendiri masih menata dan kebingungan karena mendadak viral gini,” ujar Bang Faiq kepada detikJatim.

Respons Cepat dari Unggahan Pertama

Akun @bangfaiq_batu mulai diisi konten pada 17 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Pada malam hari setelah unggahan pertama dipublikasikan, video tersebut sudah mencatat lebih dari 2 juta penayangan.

Waktu Peristiwa
17 Juli 2026, sekitar 09.00 WIB Konten pertama di akun @bangfaiq_batu diunggah.
Malam setelah unggahan pertama Video ditonton lebih dari 2 juta kali.
21 Juli 2026 Bang Faiq menyampaikan sedang menyaring tawaran endorsement.

Konten pembuka itu direkam di area kandang kambing, tempat yang dekat dengan keseharian Bang Faiq sebagai pedagang. Dalam video tersebut, ia menyampaikan niat untuk mulai membuat konten dakwah sekaligus berbagi kebaikan.

Namun, perhatian publik kemudian lebih banyak tertuju pada penampilannya dibandingkan pesan yang dibawa dalam video. Penilaian warganet mengenai kemiripan visual tersebut menjadi faktor utama yang mendorong jumlah penonton melonjak.

Bang Faiq mengatakan dirinya tidak membayangkan akun yang baru dibuat dapat memperoleh respons sebesar itu. Ia semula menganggap capaian 1.000 pengikut sudah menjadi angka yang besar untuk sebuah akun baru.

“Awalnya kaget dan tidak percaya. Saya kira ketika awal membuat akun bisa dapat 1.000 follower saja sudah banyak hitungannya. Ternyata masyaallah luar biasa, jauh melebihi dugaan kami,” katanya.

Popularitas Membuka Peluang Komersial

Menurut laporan news.detik.com, pertumbuhan pengikut akun tersebut banyak datang dari pengguna kalangan Gen Z. Perkembangan itu membuat sejumlah pelaku usaha melirik Bang Faiq untuk menawarkan tawaran endorsement melalui akun Instagramnya.

Popularitas yang datang cepat juga mengubah posisi seorang pedagang kambing dari Kota Batu menjadi kreator yang berpotensi menerima berbagai kolaborasi komersial. Meski demikian, Bang Faiq memilih mempertimbangkan peluang tersebut secara bertahap agar sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya.

Pilihan untuk tidak langsung menerima seluruh penawaran menunjukkan bahwa ia masih memprioritaskan penyesuaian diri setelah namanya ramai dibicarakan. Konten dakwah yang bermula dari latar kandang kambing kini membuka ruang baru, tetapi setiap kerja sama tetap akan melalui proses penyaringan.

Source: news.detik.com
Terbaru