Langit Flores masih dibayangi abu vulkanik setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Dampaknya langsung terasa ke penerbangan, termasuk penutupan Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere yang belum dibuka hingga Senin (8/6).
Penutupan bandara itu sudah berlaku sejak Sabtu (6/6) dan tetap dipertahankan demi keselamatan serta keamanan penerbangan. PGS General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandar Udara Internasional El Tari Kupang, Sutrisno, menegaskan bandara tersebut belum bisa kembali beroperasi selama kondisi abu vulkanik belum dinilai aman.
Operasional Maumere Masih Ditahan
Keputusan untuk menutup Bandara Frans Seda tidak diambil sendirian, melainkan mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik yang masih terpantau. Selama abu masih berpotensi mengganggu visibilitas dan keselamatan pesawat, pembukaan bandara belum dilakukan.
Situasi ini membuat konektivitas udara di wilayah Flores tetap berada dalam status waspada. Otoritas bandara memprioritaskan keamanan penumpang, kru, dan operasional pesawat di tengah sebaran debu vulkanik.
Dampak Meluas ke Kupang
Pengaruh abu letusan tidak berhenti di Maumere. Sebaran debu vulkanik juga memengaruhi sejumlah penerbangan di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang.
Sejumlah maskapai memilih membatalkan rute dari dan menuju Kupang sebagai langkah mitigasi. Meski begitu, operasional bandara di Kupang tetap berjalan normal dan pelayanan penumpang masih berlangsung sesuai prosedur.
Aktivitas Gunung Masih Tinggi
Pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki pada Senin (8/6) pukul 06.00 hingga 12.00 Wita menunjukkan gunung masih aktif. Dalam rentang itu tercatat tiga kali gempa letusan atau erupsi, lima kali gempa tremor non-harmonik, dan satu kali gempa low frequency.
Petugas Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S. Mboro, juga melaporkan enam kali gempa tektonik jauh pada periode yang sama. Data tersebut memperkuat alasan mengapa dampak vulkanik belum dianggap mereda.
Warga Diminta Menjauh dari Zona Bahaya
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Imbauan ini diberikan untuk mencegah paparan langsung terhadap risiko aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. PVMBG turut mengingatkan potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki bila hujan berintensitas tinggi turun di kawasan tersebut.
Wilayah Sekitar Tetap Siaga
Sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan, yakni Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Daerah-daerah ini berada dalam area yang perlu terus dipantau karena masih berada dalam pengaruh aktivitas gunung api.
Selama kondisi vulkanik belum kembali aman, pemantauan terhadap bandara dan kawasan sekitarnya tetap menjadi prioritas. Keputusan menahan operasional Bandara Frans Seda mencerminkan bahwa ancaman abu vulkanik masih dianggap nyata bagi penerbangan di Flores.
Source: mediaindonesia.com