
Pemerintah menyiapkan Bali sebagai pusat keuangan internasional untuk menarik arus investasi global di tengah perubahan peta geopolitik dunia. Langkah ini dibaca sebagai peluang baru bagi Indonesia untuk menawarkan alternatif selain pusat-pusat keuangan yang selama ini dominan di Asia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kajian pengembangan pusat keuangan masih berjalan. Pemerintah juga masih menentukan lokasi paling tepat di Bali sambil mematangkan potensi wilayah yang dinilai layak dikembangkan menjadi financial center.
Bali masuk peta baru keuangan Asia
Selama ini, pusat keuangan di Asia masih didominasi Singapura dan Hong Kong. Namun, perubahan situasi geopolitik global, terutama di Timur Tengah, dinilai dapat menggeser arus investasi dan membuka ruang bagi Indonesia.
Airlangga menilai Singapura selama ini mampu memanfaatkan peluang itu dengan sangat optimal dan tanpa banyak pesaing. Karena itu, pemerintah ingin menghadirkan pilihan lain yang bisa bersaing di mata investor internasional.
Bukan hanya destinasi wisata
Bali masuk dalam kajian karena dinilai punya potensi besar untuk mengembangkan pusat keuangan berskala internasional. Pemerintah belum mengumumkan lokasi final di pulau tersebut, tetapi proses pematangan terus dilakukan.
Rencana ini menunjukkan Bali mulai diposisikan tidak hanya sebagai destinasi wisata. Pulau ini juga diarahkan menjadi kawasan yang bisa mendukung aktivitas ekonomi dan keuangan global.
Skema untuk menarik investor
Untuk menarik minat investor, pemerintah menyiapkan sejumlah instrumen. Airlangga menyebut skema itu mencakup proyek-proyek strategis nasional dan pemberian insentif agar tercipta level playing field bagi para investor.
Pemerintah ingin menawarkan beragam peluang, mulai dari proyek di dalam negeri hingga dukungan kebijakan yang membuat iklim investasi lebih kompetitif. Dengan cara itu, arus modal baru diharapkan masuk dan memperkuat aktivitas ekonomi nasional.
KEK ikut dipercepat
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata pelaku usaha global.
Jika rencana Bali sebagai pusat keuangan internasional berjalan sesuai kajian, Indonesia berpeluang memiliki posisi baru dalam peta keuangan Asia. Pemerintah kini masih mematangkan desain kawasan, insentif, dan proyek pendukung agar Bali bisa menjadi magnet investasi yang relevan bagi pasar internasional.
Source: www.beritasatu.com




