Harapan memiliki anak menjadi ujian besar dalam hubungan Fanny Kondoh dan mendiang Hajime Kondoh. Kisah nyata pasangan lintas negara itu kini diangkat ke layar lebar lewat film Baby Udon, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026.
Film ini tidak hanya menempatkan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) sebagai inti konflik. Baby Udon juga menggambarkan keteguhan cinta ketika Hajime mendapat vonis sakit dan Fanny harus menghadapi perjuangan memiliki keturunan di saat yang sama.
Harapan Menjadi Orang Tua di Tengah Ujian
Teaser trailer yang telah diperkenalkan memperlihatkan masa sulit yang dilalui Fanny dan Hajime dalam rumah tangga mereka. Fanny digambarkan mendampingi suaminya, sambil mempertahankan harapan untuk membangun keluarga melalui proses IVF.
Konflik tersebut membuat perjalanan keduanya tidak semata berbicara tentang keinginan memiliki anak. Ceritanya juga menyoroti pilihan untuk tetap saling menguatkan ketika kondisi hidup berubah dan masa depan menjadi semakin tidak pasti.
Baby Udon diadaptasi dari perjalanan nyata Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh yang sebelumnya menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Sumargo Films memproduksi film ini bersama LYTO Pictures untuk penayangan serentak di bioskop Indonesia.
Sutradara Fajar Bustomi melihat kisah Fanny dan Hajime sebagai cerita dengan lapisan emosi yang melampaui perjuangan pasangan suami istri. Ia menilai hubungan keduanya memperlihatkan makna cinta yang bertahan dalam situasi paling berat.
“Saat pertama kali membaca kisah Fanny dan Hajime, saya langsung tersentuh. Ini bukan sekadar cerita tentang perjuangan sepasang suami istri untuk memiliki anak, melainkan sebuah manifestasi cinta sejati yang melampaui batas ruang dan waktu,” kata Fajar Bustomi.
Fajar menyebut Baby Udon membawa pesan mengenai harapan dan keteguhan hati. Pesan tersebut diarahkan kepada para pejuang dua garis yang sedang menjalani perjalanan serupa untuk memiliki anak.
Caitlin Halderman dan Denny Sumargo Jadi Pemeran Utama
Caitlin Halderman dipercaya memerankan Fanny Kondoh, sementara Denny Sumargo tampil sebagai Hajime Kondoh. Hubungan kedua karakter menjadi pusat cerita, termasuk saat mereka menghadapi persoalan kesehatan dan proses memiliki keturunan.
Bagi Denny, peran Hajime memiliki tanggung jawab moral tersendiri karena diangkat dari sosok nyata yang telah meninggal dunia. Selain berakting, ia juga memproduseri Baby Udon melalui Sumargo Films.
“Memerankan karakter yang diangkat dari sosok nyata, apalagi seseorang yang sangat dicintai seperti mendiang Hajime, memberikan tanggung jawab moral yang luar biasa besar bagi saya,” kata Denny Sumargo. Ia berharap dedikasi seluruh tim dalam menghidupkan kisah tersebut dapat diterima penonton dengan tulus.
Denny menyebut penonton akan melihat sisi rapuh sekaligus kekuatan Hajime dalam memperjuangkan kebahagiaan istrinya. Penggambaran itu menjadi bagian penting dari kisah cinta Fanny dan Hajime di dalam film.
Teaser Poster Menggambarkan Kehangatan yang Penuh Kepedihan
Menjelang perilisan, Sumargo Films dan LYTO Pictures telah membagikan teaser poster serta teaser trailer Baby Udon. Poster itu menampilkan dua karakter utama dalam potret intim dengan nuansa hangat, tetapi sekaligus menyiratkan kepedihan yang mereka hadapi bersama.
Visual tersebut menggambarkan harapan yang terus dijaga di tengah ujian hidup. Cuplikan trailernya kemudian memberi gambaran lebih personal mengenai konflik dan daya tahan hubungan Fanny serta Hajime.
Fajar Bustomi dikenal sebagai sutradara yang telah menggarap sejumlah film romantis box office Indonesia. Dalam Baby Udon, ia mengarahkan drama yang bertumpu pada emosi, air mata, dan kekuatan cinta dari perjalanan nyata dua orang.
Sejumlah pemain lintas generasi turut mendukung film ini, yakni Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, dan Hiroaki Kato. Musisi dan aktor asal Jepang itu menjadi salah satu nama yang memperkuat jajaran pemeran pendukung.
Suara.com melaporkan bahwa Baby Udon menjadi film layar lebar pertama yang diproduksi langsung oleh Sumargo Films di bawah pimpinan Denny Sumargo. Informasi serta materi di balik layar film ini juga dibagikan melalui akun Instagram @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.
Source: www.suara.com






