Ayu Aulia akhirnya memberi klarifikasi atas pernyataannya yang sempat memicu kehebohan publik soal dugaan dihamili pejabat. Ia menegaskan bahwa ucapan itu bukan pengakuan serius, melainkan halusinasi yang muncul setelah menjalani operasi tumor dan berada di bawah pengaruh obat bius.
Klarifikasi itu disampaikan dalam konferensi pers di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Ayu menegaskan bahwa dirinya tidak sepenuhnya sadar saat unggahan yang memicu spekulasi tersebut dibuat.
Kondisi medis di balik unggahan yang ramai dibahas
Ayu menjelaskan bahwa ia baru selesai menjalani tindakan medis ketika unggahan itu muncul. Ia mengaku banyak obat masuk ke tubuhnya, sehingga kondisi fisik dan cara bicaranya tidak stabil.
Menurut pengakuannya, efek obat bius masih kuat ketika ia menulis soal sosok pejabat yang kemudian ramai dikaitkan dengan dirinya. Ia menyebut isi unggahan itu lebih dekat ke halusinasi daripada pernyataan yang bisa dianggap sebagai pengakuan.
Pernyataan itu juga disertai penegasan bahwa ucapannya saat itu tidak dimaksudkan sebagai klaim faktual. Ayu bahkan menyebut, “Ngelantur aja. Ya kan keren kalau hamil sama bupati,” untuk menggambarkan bahwa pernyataan sebelumnya tidak ia sampaikan dalam keadaan sadar penuh.
Sengkarut tafsir publik dari media sosial
Nama pejabat yang sempat dikaitkan dengan Ayu ikut terseret setelah unggahan dan percakapan di media sosial menyinggung sejumlah petunjuk. Di antaranya adalah soal tanggal lahir dan universitas yang kemudian memicu tafsir publik.
Ayu lalu mencoba meluruskan bahwa responsnya di media sosial hanya bentuk seru-seruan dengan pengikutnya. Ia juga menepis anggapan bahwa detail yang ia sebutkan saat itu dimaksudkan sebagai petunjuk serius.
Saat membahas universitas yang sempat disinggung, Ayu mengatakan bahwa banyak figur publik lain juga menempuh pendidikan di tempat yang sama. Penjelasan itu sekaligus dipakai untuk meredam spekulasi yang berkembang luas di ruang publik.
Pihak kuasa hukum minta polemik dihentikan
Kuasa hukum Ayu Aulia, Herdiyan Saksono, membantah adanya tekanan dari pihak tertentu dalam kasus ini. Ia mengatakan kliennya ingin situasi ini segera mereda dan tidak terus berkembang menjadi konsumsi publik yang berkepanjangan.
Herdiyan juga menekankan bahwa fokus utama Ayu saat ini adalah pemulihan. Ia menyebut kliennya masih dirawat di rumah sakit akibat tumor dan sedang menjalani proses pengobatan.
Dalam penjelasannya, pihak Ayu juga menegaskan tidak ada niat buruk dalam pernyataan yang sudah terlanjur menyebar. Herdiyan menyebut kliennya tidak ingin terjebak dalam cerita yang berkembang dan memilih menutup polemik tersebut.
Penjelasan itu menempatkan kasus ini sebagai dampak dari kondisi medis yang dialami Ayu, bukan pengakuan yang berdiri sendiri. Di tengah ramainya pembahasan warganet, perhatian kini diarahkan kembali pada masa pemulihan Ayu Aulia setelah operasi tumor dan pengobatan yang masih dijalani.
Source: www.suara.com






