Audi menyiapkan Nuvolari sebagai supercar baru yang langsung menaikkan standar performa merek itu. Dengan tenaga gabungan 987 hp, mobil ini diposisikan sebagai penerus spiritual R8 sekaligus model produksi paling bertenaga dan tercepat yang pernah dibuat Audi.
Yang membuatnya menarik bukan hanya angka tenaganya, tetapi juga arah baru yang dibawa Audi. Nuvolari hadir sebagai etalase teknologi dengan produksi terbatas 499 unit dan pengiriman yang dijadwalkan mulai pada paruh pertama tahun depan.
Nama Baru, Akar Balap Lama
Nama Nuvolari diambil dari Tazio Nuvolari, pembalap Grand Prix legendaris sebelum Perang Dunia II yang pernah membela Auto Union, cikal bakal Audi. Pilihan ini menunjukkan bahwa Audi tidak sekadar menghidupkan kembali nama R8, melainkan membangun identitas baru yang tetap terhubung ke sejarah balapnya.
CEO Audi Gernot Döllner menyebut Nuvolari sebagai “pernyataan untuk masa depan” merek tersebut. Ia menekankan kombinasi desain kuat, inovasi cepat, dan teknologi tinggi sebagai arah utama mobil ini.
Mesin V8, Tiga Motor Listrik, dan Performa yang Sangat Tinggi
Secara teknis, Nuvolari berbagi basis dengan Lamborghini Temerario di bawah Grup Volkswagen. Pola ini mengingatkan pada R8 yang dulu memakai fondasi serupa dengan Lamborghini Gallardo dan Huracán, tetapi Audi ingin Nuvolari tetap terasa sebagai Audi yang cepat, presisi, dan masih nyaman dipakai harian.
Di balik kapnya, Nuvolari memakai mesin V8 4.0 liter twin-turbo yang dipadukan dengan tiga motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan 789 hp dan torsi 729 Nm, dengan putaran mesin hingga 10.000 rpm.
Tiga motor listrik axial flux masing-masing menyumbang 148 hp. Dua motor ditempatkan di gandar depan, sementara satu lainnya berada di antara mesin dan transmisi untuk mendukung distribusi tenaga yang lebih efektif.
Baterainya berkapasitas 7,3 kWh, lebih besar dibanding Lamborghini Temerario. Dengan kombinasi itu, Nuvolari diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 2,6 detik dan mencapai 200 km/jam dalam 6,8 detik.
Kecepatan puncaknya disebut lebih dari 350 km/jam. Audi juga memasang lima mode berkendara, yaitu E-Hybrid, Balanced, Dynamic, Dynamic+, dan Track untuk menyesuaikan karakter mobil di berbagai kondisi.
Teknologi Lintasan Balap di Mobil Produksi
Nuvolari membawa sejumlah teknologi yang biasa terdengar di Formula 1. Paketnya mencakup aerodinamika aktif, bodi serat karbon, sistem penggerak empat roda, dan torque vectoring untuk menjaga mobil tetap stabil saat menikung.
Audi menamai sistem penggerak empat roda itu Quattro Predictive Ride. Sistem ini membaca sudut kemudi, akselerasi, cengkeraman ban, dan gerak kendaraan untuk membagi tenaga ke roda yang paling membutuhkan.
Bodi mobil ini memakai CFRP atau carbon fibre reinforced polymer yang ringan dan kuat. Di bagian aerodinamika, sayap belakang memiliki tiga posisi, yakni tertutup, downforce rendah, dan downforce tinggi.
Saat disetel maksimal, Nuvolari mampu menghasilkan lebih dari 400 kilogram downforce. Audi juga memasang DRS atau Drag Reduction System, teknologi pengurang hambatan udara yang akrab dari Formula 1.
Rem Besar, Desain Baru, dan Proyek yang Digarap Serius
Untuk pengereman, Nuvolari mengandalkan cakram karbon-keramik dengan kaliper 10 piston di depan dan empat piston di belakang. Audi mengklaim pendinginan remnya mampu membuang panas hingga 21 persen lebih baik dibanding sistem karbon-keramik biasa.
Nuvolari juga menjadi mobil produksi pertama Audi yang membawa bahasa desain baru dari Concept C. Grille Singleframe dibuat lebih tegak dan sederhana, sementara kabinnya dirancang lebih bersih dan berfokus pada pengemudi.
Autocar melaporkan proyek ini dikembangkan sekitar 14 bulan setelah mendapat lampu hijau pada Maret 2025. Pengembangannya melibatkan insinyur Audi, tim Formula 1 Audi, dan Lamborghini.
Harga resmi belum diumumkan, tetapi Autocar memperkirakan banderol Nuvolari mulai sekitar 500.000 pound sterling. Angka itu sejalan dengan posisinya sebagai model flagship paling eksklusif di jajaran Audi.
