Satu kabel USB-C kini dapat menghubungkan laptop ke hingga tiga layar sekaligus, jaringan kabel, media penyimpanan, dan pengisian daya. Kemampuan itu ditawarkan Asus melalui Asus Adol HC112, docking station ringkas yang menyasar pengguna dengan setup kerja portabel.
Perangkat ini dapat meneruskan daya hingga 100W ke laptop saat port ekspansi tetap digunakan. Namun, fungsi tampilan eksternal dan pengisian daya tersebut bergantung pada dukungan port USB-C full-function pada perangkat utama.
Adol HC112 dirancang untuk mengurangi kebutuhan memakai banyak adaptor terpisah di meja kerja maupun saat bepergian. Dalam satu bodi, pengguna mendapatkan koneksi display, USB berkecepatan tinggi, Ethernet, pembaca kartu, audio, serta jalur daya USB-C.
Tiga layar dalam satu koneksi
Fitur paling menonjol dari dock ini adalah dukungan multi-display hingga tiga layar pada sistem yang kompatibel. Pengguna dapat memilih mode mirror untuk menampilkan gambar serupa atau extended display untuk memperluas area kerja.
Asus menyediakan konektor HDMI dan DisplayPort 1.4 untuk kebutuhan visual tersebut. Kombinasi resolusi dan refresh rate yang dapat dicapai akan menyesuaikan kemampuan laptop, port USB-C, serta layar yang digunakan.
| Fungsi | Koneksi | Kemampuan maksimum |
|---|---|---|
| Multi-display | HDMI dan DisplayPort 1.4 | Hingga 3 layar simultan |
| Tampilan resolusi tinggi | DisplayPort 1.4 | Hingga 8K 30Hz |
| Tampilan refresh rate tinggi | HDMI | Hingga 4K 120Hz |
| Mode gaming atau gerak cepat | Keluaran display | Hingga 1080p 240Hz |
DisplayPort 1.4 pada perangkat ini mendukung keluaran hingga 8K pada 30Hz. Sementara itu, HDMI dapat mencapai 4K pada 120Hz, sedangkan keluaran 1080p mendukung refresh rate hingga 240Hz.
Port data untuk perangkat kerja
Untuk transfer file dan aksesori, Adol HC112 membawa tiga port USB-A 3.2 serta satu port USB-C 3.2. Keempat port data tersebut menawarkan kecepatan transfer hingga 10Gbps bagi perangkat yang kompatibel.
Kehadiran port USB-C data memberi ruang untuk menyambungkan perangkat modern tanpa selalu membutuhkan konverter tambahan. Sementara tiga port USB-A dapat dipakai untuk periferal seperti penyimpanan eksternal dan aksesori lain.
Dock ini juga memiliki Gigabit Ethernet untuk pengguna yang membutuhkan koneksi jaringan kabel. Opsi tersebut relevan bagi setup yang memerlukan sambungan lebih stabil dibandingkan koneksi nirkabel.
Pembaca kartu SD dan microSD turut disediakan, dan keduanya dapat digunakan secara bersamaan. Fitur ini memudahkan pemindahan file dari dua jenis kartu tanpa pengguna harus mencabut salah satunya terlebih dahulu.
Asus juga menyertakan port audio 3,5 mm untuk headphone atau speaker. Susunan koneksi ini membuat Docking Station USB-C tersebut dapat menggantikan sejumlah adaptor yang biasanya dibawa secara terpisah.
Pengisian daya tetap berjalan
Untuk daya, Asus membekali Adol HC112 dengan input USB-C khusus yang mendukung PD 3.0. Sistem passthrough ini memungkinkan adaptor daya dihubungkan ke dock, lalu daya diteruskan ke laptop hingga 100W.
Dukungan Power Delivery 100W berarti laptop dapat tetap diisi ketika layar eksternal, perangkat USB, dan aksesori lain tersambung ke dock. Kemampuan pengisian aktual tetap perlu disesuaikan dengan dukungan adaptor daya serta perangkat host.
Adol HC112 bekerja secara plug-and-play tanpa kebutuhan driver tambahan. Kompatibilitasnya mencakup Windows, macOS, Linux, Android, dan iPadOS, asalkan perangkat host memiliki USB-C yang mendukung data, display, dan daya.
Persyaratan ini penting karena bentuk konektor USB-C saja tidak selalu menjamin dukungan keluaran layar atau pengisian daya. Pengguna perlu memeriksa spesifikasi port laptop, tablet, atau ponsel sebelum mengandalkan seluruh fungsi dock.
Dalam laporan Gizmochina, Asus Adol HC112 dijual seharga 329 yuan dengan harga promosi peluncuran 299 yuan. Dock berbodi aluminium alloy ini berukuran 116 x 48 x 15 mm, berbobot 81 gram, serta memakai kabel USB-C anyaman dan rangka metal untuk membantu pelepasan panas.
Source: www.gizmochina.com






