Sebelum Apple tumbuh menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia, dua pendirinya memulai proyek komputer mereka dengan modal yang amat terbatas. Steve Jobs menjual van Volkswagen, sedangkan Steve Wozniak melepas kalkulator ilmiah HP-65 demi mendanai pengembangan Apple-1.
Kontrasnya terasa tajam jika melihat nilai perangkat itu saat ini. Sebuah prototipe papan Apple-1 generasi sangat awal terjual USD 2,75 juta pada awal 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-50 Apple.
Uang dari penjualan barang pribadi tersebut tidak langsung membuat tim kecil itu memiliki modal besar. Dana itu dipakai untuk memesan papan sirkuit cetak profesional agar Apple-1 dapat dirakit dalam jumlah lebih banyak.
Menurut TechSpot, kalkulator HP-65 milik Wozniak dijual dengan harga USD 500. Namun, Wozniak kemudian mengingat pembelinya hanya membayar sekitar separuh dari nilai tersebut.
Van Volkswagen milik Jobs juga hanya menghasilkan beberapa ratus dolar AS. Setelah menjual kendaraan itu, Jobs harus memakai sepeda sebagai sarana transportasi.
Pesanan yang Mengubah Proyek Penghobi
Risiko mereka mulai menemukan arah ketika Paul Terrell, pemilik Byte Shop di Mountain View, menawarkan peluang penting. Terrell setuju membeli 50 papan Apple-1 dengan harga USD 500 per unit.
Pesanan itu datang dengan tuntutan yang tidak ringan bagi Jobs dan Wozniak. Apple-1 harus dikirim dalam keadaan telah dirakit penuh, bukan berupa paket komponen yang harus disolder sendiri oleh pembeli.
Syarat tersebut membuat proyek Apple bergerak melampaui komunitas penghobi komputer. Jobs dan Wozniak perlu memikirkan perakitan, pengujian, serta kesiapan produk untuk dijual kepada pelanggan.
Garasi keluarga Jobs memang digunakan dalam tahap pengerjaan pesanan tersebut, tetapi bukan lokasi utama kelahiran Apple-1. Wozniak menjelaskan bahwa desain, pengujian, dan perbaikan kode dilakukan di apartemennya di Cupertino serta bilik kerjanya di Hewlett-Packard.
Garasi kemudian menjadi tempat teman-teman mereka membantu memasang chip dan menguji papan yang telah dirakit. Setelah itu, unit-unit tersebut disiapkan untuk dikirim kepada pembeli.
Apple-1 diperkenalkan kepada publik pada Juli 1976 di Homebrew Computer Club, Palo Alto, California. Kemunculan perangkat itu menandai langkah awal Apple untuk menawarkan komputer personal dalam bentuk produk siap pakai.
Apple-1 Masih Membutuhkan Banyak Perlengkapan
Meski dikenal sebagai komputer awal Apple, paket Apple-1 belum menyerupai komputer modern yang bisa langsung digunakan setelah dibeli. Pembeli pada dasarnya mendapatkan motherboard rakitan dan masih harus menambahkan beberapa perangkat penting.
| Komponen | Rincian | Status |
|---|---|---|
| Prosesor | MOS Technology 6502 sekitar 1 MHz | Termasuk |
| Memori | RAM 4 KB | Termasuk |
| Tampilan | 40 kolom x 24 baris pada monitor komposit | Didukung oleh sirkuit |
| Keyboard, layar, casing, catu daya | Perlengkapan dasar komputer | Tidak termasuk |
| Antarmuka kaset | Memuat program, termasuk BASIC buatan Wozniak | Opsi tambahan |
Apple-1 dijual dengan harga USD 666,66, angka yang kemudian menjadi salah satu ciri paling diingat dari perangkat tersebut. Harga itu berasal dari margin keuntungan sepertiga di atas harga grosir USD 500, ditambah ketertarikan Wozniak pada deretan angka berulang.
Keterbatasan paket awal menunjukkan bahwa Apple-1 masih menyasar pengguna yang memahami elektronik dan bersedia melengkapi sistem sendiri. Namun, kemampuannya menampilkan teks pada monitor komposit menjadikannya perangkat penting pada masa awal komputer pribadi.
Nilai Sejarah dari Produksi yang Terbatas
Apple hanya memproduksi sekitar 200 papan Apple-1 sebelum fokus beralih ke Apple II yang lebih matang. Jumlah yang terbatas membuat unit yang masih bertahan menjadi benda koleksi dengan nilai sejarah tinggi.
Unit Apple-1 yang tersisa kini kerap masuk pelelangan dengan nilai ratusan ribu dolar AS. Papan dengan kondisi istimewa atau riwayat penting dapat memiliki harga yang jauh lebih tinggi.
Kisah Apple-1 juga memperlihatkan pembagian peran dua pendirinya sejak awal. Wozniak membawa kemampuan teknis untuk merancang komputer, sementara Jobs membantu mendorong proyek itu menjadi produk yang dapat dijual.







