
Aston Martin Vanquish dulu sempat memicu kejutan besar di kalangan tradisionalis, karena mobil ini datang membawa perubahan yang terasa terlalu berani untuk merek Inggris yang lama dikenal lewat mobil buatan tangan. Kini, justru generasi aslinya rancangan Ian Callum yang makin terlihat ikonik, bukan versi kebangkitannya pada 2012.
Perubahan itu terasa masuk akal bila melihat posisi Aston Martin pada akhir era Newport Pagnell. Pada 1998, merek ini masih sangat lekat dengan V8 Virage dan proses perakitan manual, sementara Project Vantage Concept yang tampil di North American Auto Show Detroit terasa seperti lompatan dari dunia lain.
Dari Newport Pagnell ke Vanquish
Konsep itu lalu berkembang menjadi Vanquish produksi tiga tahun setelah debutnya yang berani. Bahkan para penggemar paling konservatif akhirnya sulit menolak ketika mobil tersebut hadir dalam bentuk jalan raya yang utuh dan tetap membawa aura Aston Martin yang kuat.
Yang membuatnya berbeda bukan hanya tampilan luar. Vanquish memakai konstruksi yang jauh lebih modern, dengan banyak aluminium dan carbonfibre pada bodi, lalu dipasangkan dengan sasis bonded dari aluminium ekstrusi dan carbonfibre.
Meski begitu, mobil ini tidak kehilangan identitas merek. Vanquish justru kerap disebut sebagai penerus paling jelas bagi V8 Vantage asli, model yang lama dipandang sebagai Aston paling besar dan paling berotot pada zamannya.
Performa besar dengan karakter yang keras kepala
Di balik kap, Vanquish tidak memilih jalan aman. Mesin V12 5925cc menghasilkan 460bhp pada 6500rpm dan torsi 400lb ft pada 5000rpm, dengan bobot 1835kg yang tetap terasa besar untuk ukuran mobil performa tinggi.
Angka akselerasinya tetap kuat sampai sekarang. Mobil ini diklaim mampu melaju 0-60mph dalam 4,4 detik, menembus 100mph dalam 10,5 detik, dan mencapai kecepatan puncak 196mph.
Namun daya tariknya tidak berhenti di angka. Desain Ian Callum memberi mobil ini road presence yang besar, sementara karakter mesinnya membuat Vanquish sanggup menantang Ferrari sezamannya secara visual maupun emosional.
Callum merancang mobil ini agar terlihat kuat, tegas, dan tetap elegan. Hasilnya adalah proporsi dramatis dan aura jalanan yang sulit ditemukan lagi pada Aston Martin sesudahnya.
Suara V12 yang membangun reputasi
Salah satu alasan Vanquish tetap diingat kuat adalah suaranya. Sistem knalpotnya memakai flap yang tetap tertutup pada putaran rendah untuk menekan kebisingan, lalu membuka saat putaran naik agar V12 mengeluarkan suara penuh yang keras dan khas.
Pendekatan seperti ini kemudian banyak diikuti supercar lain. Tetapi suara Vanquish saat mesin bekerja di atas 3000rpm masih dianggap sangat khas, baik dibanding Ferrari maupun Aston Martin lain.
Karakter itu langsung terasa sejak mesin dinyalakan. Tombol start merah besar di tengah dasbor memicu V12 hidup dengan idle halus, lalu bodi mobil bergerak ringan saat pedal gas mulai disentuh.
Kabinnya unik, tetapi justru punya daya tarik
Interior Vanquish juga mencerminkan masa transisi Aston Martin. Di dalamnya ada aroma kulit dan panas oli, posisi duduk rendah dan santai, serta instrumen putih yang tampak agak lawas.
Beberapa komponen di konsol tengah berasal dari Jaguar XK8, termasuk sakelar AC, handle pintu, tuas kolom, dan sejumlah switchgear lain. Campuran elemen modern, tidak terlalu modern, dan sedikit aneh itulah yang membentuk kabin Vanquish.
Transmisinya menggunakan paddle-shift enam percepatan dengan kerja manual otomatis yang dikontrol elektronik. Tidak ada clutch pedal, dan perpindahan gigi terasa mekanis sekaligus memberi sentakan kecil dari sistem transmisi.
Di jalan, Vanquish terasa hidup dan jelas berpenggerak roda belakang bermesin depan. Setirnya berat tetapi langsung, sedangkan suspensinya tegas namun tetap memberi kenyamanan yang justru menenangkan.
Mahal dirawat, tetapi tidak mudah dilupakan
Biaya kepemilikan Vanquish tetap menjadi bagian paling menantang. Saat baru, mobil ini dibanderol £158,000, dan biaya pakainya juga tidak ringan untuk mobil performa kelas atas.
Untuk 6000 mil, Nicholas Mee memperkirakan biaya sekitar £5000 selama tidak ada kerusakan besar. Kopling biasanya perlu diganti setelah 25.000-30.000 mil, dengan biaya lebih dari £5.000.
Rem juga tidak murah. Cakram dan kampas umumnya bertahan 7.000-15.000 mil, sementara busi dan coil bisa menelan biaya lebih dari £2.000 dan idealnya dicek setiap tahun.
Meski begitu, daftar masalah seriusnya tidak panjang. Mesin disebut bulletproof, dan selain sistem kopling pada transmisi paddle-shift, tidak banyak persoalan besar yang menonjol.
Kini, Vanquish juga dipandang sebagai kandidat klasik masa depan yang kuat. Aston Martin hanya membuat 2593 unit antara 2001 dan 2007, dan statusnya sebagai penanda akhir era Newport Pagnell membuat posisinya semakin penting di sejarah merek itu.





