Nama Gobel selama ini identik dengan keluarga besar dan jejaring bisnis yang dibangun Rachmat Gobel. Di balik nama yang sudah sangat dikenal itu, tersimpan cerita asal-usul yang berakar dari Gorontalo dan garis keturunan bangsawan yang jarang disorot publik.
Kisah itu kembali menjadi perhatian setelah kabar duka wafatnya Rachmat Gobel pada Jumat (10/7/2026). Sosok pengusaha yang dikenal sebagai pewaris Panasonic Gobel Group itu meninggal pada usia 63 tahun.
Jejak Keturunan dari Gorontalo
Keluarga besar Gobel berasal dari Gorontalo, Sulawesi, meski bisnis mereka berkembang di Jakarta. Rachmat Gobel disebut merupakan keturunan langsung dari Sultan Ibrahim Duawulu atau Raja Hubulo dari Kesultanan Bolango, Gorontalo.
Raja Hubulo dikenal sebagai ulama dan pemimpin yang teguh memegang prinsip ajaran Islam. Ia juga menolak tunduk pada kolonialisme, sementara kiprahnya dalam menyebarkan Islam dari Gorontalo hingga semenanjung utara Sulawesi meninggalkan jejak kuat dalam sejarah lokal.
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Asal keluarga | Gorontalo, Sulawesi |
| Leluhur yang disebut | Sultan Ibrahim Duawulu atau Raja Hubulo |
| Alasan perubahan nama | Penyebutan oleh kolonial Belanda yang kesulitan melafalkan Hubulo |
Rachmat Gobel pernah menjelaskan bahwa nama leluhurnya adalah Hubulo. Ia menyebut nama keluarga yang sekarang dikenal luas sebagai Gobel berasal dari penyebutan yang berubah dari waktu ke waktu.
“Gobel itu nama keluarga, tapi nama keluarga itu aslinya Hubulo. Nama leluhur saya yang dikeramatkan makam di Gorontalo itu namanya Hubulo aslinya,” ungkap Rachmat Gobel dalam tayangan YouTube Kumparan.
Menurut penjelasan Rachmat, penyebutan Gobel berawal dari kekeliruan pelafalan oleh kolonial Belanda. Orang Belanda disebut kesulitan mengucapkan Hubulo, lalu menyebutnya sebagai Hubel, yang kemudian ditulis menjadi Gobel.
Nama Gobel di Perusahaan
Selain menjadi nama keluarga, Gobel juga dipakai dalam nama perusahaan-perusahaan keluarga tersebut. Namun, Rachmat Gobel menyampaikan bahwa penggunaan nama itu di perusahaan pada masa ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, memiliki makna lain.
Ia mengatakan ayahnya menjelaskan Gobel sebagai singkatan dari Gerakan Organisasi Bina Ekonomi Lemah. Istilah itu lahir pada masa ketika konsep UMKM belum dikenal seperti sekarang.
“Sama orang tua saya dikasih tahu. Kan semua perusahaan nama belakangnya Gobel. Gobel yang ada di perusahaan pada waktu itu, almarhum mengatakan bukan nama keluarga. Tapi merupakan singkatan dari Gerakan Organisasi Bina Ekonomi Lemah, dulu belum ada UMKM,” terang mantan Menteri Perdagangan itu kepada VIVA.co.id.
Setelah ayahnya meninggal, Rachmat menjadi anak kelima sekaligus anak laki-laki pertama yang meneruskan perusahaan keluarga. Dari sana, nama Gobel tetap bertahan sebagai identitas keluarga sekaligus penanda sejarah bisnis lintas generasi.
| Nama | Peran | Keterangan |
|---|---|---|
| Rachmat Gobel | Penerus keluarga | Anak kelima dan anak laki-laki pertama |
| Thayeb Mohammad Gobel | Tokoh keluarga | Menjelaskan Gobel sebagai singkatan nama perusahaan |
Di satu sisi, nama Gobel menyimpan jejak keturunan dari Gorontalo yang terkait dengan Raja Hubulo. Di sisi lain, nama itu juga melekat pada identitas bisnis keluarga yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Source: www.viva.co.id






