Hazem Qassem selamat dari dugaan upaya pembunuhan dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Kamis (9/7/2026). Kendaraan yang diduga dipakainya menjadi target, tetapi juru bicara resmi Hamas itu tidak berada di dalam mobil saat serangan terjadi.
Insiden ini kembali menyorot posisi Qassem sebagai salah satu wajah paling penting dalam komunikasi Hamas di tengah perang yang terus berlangsung di Gaza. Dalam laporan yang dikutip www.beritasatu.com dari Al Arabiya dan Anadolu Agency, pengawalnya dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Serangan itu juga terjadi saat operasi militer Israel di Gaza meningkat. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 12 warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka, sementara gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu disebut kembali dilanggar.
Sejak perang di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, otoritas kesehatan Palestina melaporkan 73.118 warga Palestina tewas dan 173.615 lainnya terluka. Sekitar 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza juga mengalami kerusakan luas.
Siapa Hazem Qassem?
Hazem Qassem adalah juru bicara resmi Hamas yang berbasis di Jalur Gaza. Tugas utamanya adalah menyampaikan sikap organisasi kepada media lokal, regional, dan internasional.
Berbeda dari tokoh Hamas yang bergerak di sayap militer atau biro politik luar negeri, Qassem berperan sebagai penghubung utama antara Hamas dan media massa. Ia rutin berbicara soal operasi militer, gencatan senjata, perkembangan politik Palestina, dan hubungan dengan negara-negara kawasan.
Latar Belakang dan Pendidikan
Informasi tentang kehidupan pribadi Hazem Qassem sangat terbatas. Hamas menjaga kerahasiaan data keluarga para pejabatnya sebagai bagian dari prosedur keamanan untuk mengurangi risiko pelacakan maupun serangan yang menargetkan anggota keluarga.
Berdasarkan berbagai dokumentasi publik, Qassem lahir dan dibesarkan di Jalur Gaza. Ia tumbuh dalam lingkungan yang dipengaruhi konflik berkepanjangan, termasuk masa Intifada dan blokade Gaza.
Tidak ada informasi resmi yang dipublikasikan mengenai nama orang tua, istri, maupun anak-anaknya. Kerahasiaan itu menjadi praktik umum bagi tokoh-tokoh Hamas yang masih aktif.
Qassem juga dikenal sebagai bagian dari generasi kepemimpinan Hamas yang lebih muda. Ia tumbuh pada masa konflik modern di Gaza, berbeda dengan sejumlah pemimpin senior yang mengalami langsung peristiwa Nakba 1948.
Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di sekolah-sekolah di Jalur Gaza. Untuk pendidikan tinggi, berbagai laporan menyebut ia merupakan lulusan salah satu universitas terkemuka di Gaza, yang diyakini adalah Universitas Islam Gaza, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai institusi maupun program studinya.
Latar belakang akademiknya diyakini berkaitan dengan ilmu politik, media, dan komunikasi. Kemampuan itu kemudian menjadi bekal utama saat ia dipercaya menangani komunikasi publik Hamas.
Perjalanan Karier di Hamas
Karier Hazem Qassem berkembang di bidang komunikasi politik dan media, bukan pada sayap militer Brigade Al-Qassam. Ia disebut memulai aktivitas di biro pers dan media internal Hamas pada awal dekade 2010-an.
Pada periode itu, ia bertugas menyusun draf pernyataan resmi, memantau pemberitaan media internasional, menganalisis respons media Barat dan Israel, serta membantu menyiapkan materi komunikasi bagi para pemimpin Hamas.
| Periode | Peran | Keterangan |
|---|---|---|
| Awal dekade 2010-an | Biro pers dan media internal | Menyusun draf pernyataan dan memantau pemberitaan internasional |
| 2016 | Juru bicara resmi Hamas | Diangkat saat Hamas merestrukturisasi tim komunikasinya |
| 2018 | Tokoh komunikasi yang lebih dominan | Semakin sering menjadi narasumber utama saat eskalasi konflik |
Semakin Menonjol di Tengah Eskalasi Konflik
Karier publik Qassem meningkat pada 2016 ketika Hamas merestrukturisasi tim komunikasinya. Ia kemudian ditunjuk sebagai salah satu juru bicara resmi organisasi yang berbasis di Kota Gaza.
Dalam peran itu, ia bekerja bersama juru bicara senior lain seperti Fawzi Barhoum dan Sami Abu Zuhri. Sejak saat itu, Hazem Qassem menjadi salah satu tokoh yang paling sering memberikan pernyataan resmi kepada media internasional.
Perannya semakin menonjol sejak 2018, terutama saat terjadi berbagai eskalasi konflik di Jalur Gaza. Saat Great March of Return pada 2018–2019, ia menjadi salah satu narasumber utama bagi media internasional untuk menjelaskan posisi Hamas terkait demonstrasi di perbatasan Gaza.
Ketika konflik bersenjata meningkat, Qassem rutin menyampaikan penjelasan tentang sikap politik Hamas, termasuk syarat gencatan senjata maupun respons terhadap operasi militer Israel.
Ia dikenal memiliki karakter komunikasi yang konsisten dan sering memberi respons dalam waktu singkat setelah terjadi insiden besar di Gaza maupun Tepi Barat. Selain aktif di televisi regional seperti Al Jazeera, ia juga dikenal mudah dihubungi jurnalis asing melalui WhatsApp dan Telegram untuk memberikan konfirmasi cepat.
Suara Utama Hamas ke Media
Kemampuan itu membuat Qassem menjadi salah satu sumber utama yang kerap dikutip dalam pemberitaan internasional. Dalam berbagai pernyataannya, ia konsisten menyampaikan sikap Hamas soal operasi militer Israel, perkembangan gencatan senjata, status Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, hak-hak tahanan Palestina, hingga pentingnya rekonsiliasi antara Hamas di Gaza dan Fatah di Tepi Barat.
Ia juga berperan menyampaikan posisi resmi Hamas terkait berbagai perkembangan diplomatik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Karena itu, namanya terus muncul setiap kali situasi di Gaza memasuki fase yang lebih tegang.
Laporan terbaru tentang dugaan upaya pembunuhan terhadap dirinya kembali menempatkan Hazem Qassem di pusat perhatian. Meski selamat, insiden tersebut menunjukkan bahwa juru bicara yang selama ini menjadi corong utama Hamas juga ikut berada dalam risiko langsung dari perang yang terus berlangsung di Gaza.
Source: www.beritasatu.com






