AS Hantam 140 Target di Iran, Selat Hormuz Makin Jadi Titik Paling Rawan

Amerika Serikat mengklaim telah menyerang sekitar 140 target di Iran dalam putaran terbaru operasi militer yang kembali memanaskan Selat Hormuz. Serangan itu disebut sebagai respons atas penembakan terhadap sebuah kapal berbendera Siprus yang melintas di jalur strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengatakan operasi terbaru itu sudah selesai. Target yang dihantam mencakup lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai.

Serangan Beruntun di Jalur Laut Penting

CENTCOM menyebut lebih dari 300 target telah diserang selama tiga malam berturut-turut dalam sepekan terakhir. Washington menyatakan langkah itu ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz.

Masih menurut CENTCOM, sejak awal Mei lebih dari 800 kapal komersial telah dibantu melintas di selat itu. Kapal-kapal tersebut disebut membawa sekitar 400 juta barel minyak, yang memperlihatkan betapa pentingnya jalur ini bagi arus perdagangan energi global.

InformasiDetail
Jumlah target serangan terbaruSekitar 140 target
Total target dalam tiga malamLebih dari 300 target
Kapal komersial yang dibantuLebih dari 800 kapal
Muatan yang disebut melintasSekitar 400 juta barel minyak

Arahan Gedung Putih dan Respons Iran

CENTCOM menyebut serangan terbaru diluncurkan pada Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 waktu Teheran atas arahan Presiden Donald Trump. Sasaran itu dikaitkan dengan penembakan kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, “Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya.” Pernyataan itu menegaskan sikap Washington yang terus menekan Teheran di tengah eskalasi yang belum mereda.

Di sisi lain, Iran melaporkan telah menyerang sejumlah lokasi militer di negara-negara Teluk yang dinilai membantu operasi militer Amerika Serikat. Negara yang disebut terdampak adalah Qatar, Bahrain, dan Kuwait pada Minggu (12/7).

Teheran juga mengkritik sejumlah negara Arab di kawasan Teluk karena dianggap memberi dukungan kepada Amerika Serikat dalam operasi terhadap Iran. Namun, pemerintah Iran menegaskan serangan mereka tidak ditujukan kepada warga sipil maupun kawasan sipil di negara-negara tersebut.

Iran mengatakan targetnya adalah sumber serangan yang menurut mereka digunakan untuk menyerang wilayah Iran. Dengan saling serang yang terus berlanjut, Selat Hormuz kembali menjadi titik paling rawan dalam ketegangan terbaru antara Washington dan Teheran.

Source: mediaindonesia.com
Terkait