Lindsey Graham Meninggal di Usia 71 Tahun, Sekutu Trump yang Sulit Digantikan

Kabar meninggalnya Lindsey Graham pada usia 71 tahun langsung meninggalkan lubang besar di lingkar politik Partai Republik. Senator senior asal Carolina Selatan itu disebut wafat setelah mengalami sakit singkat dan mendadak, menurut unggahan kantor komunikasinya di platform X pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.

Graham bukan hanya nama lama di Senat AS. Ia selama bertahun-tahun menjadi salah satu figur paling berpengaruh di Capitol Hill, terutama dalam isu keamanan nasional, pertahanan, dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Karier Panjang di Kongres

Perjalanan politik Graham di Kongres dimulai jauh sebelum ia duduk di Senat. Ia lebih dulu terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS pada 1994, ketika memenangkan kursi distrik kongres ketiga Carolina Selatan.

Pada 2002, ia naik ke Senat AS dan terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu politisi Republik yang paling menonjol. Dalam profil resminya, Graham digambarkan konsisten mendorong kebijakan yang dinilai dapat melindungi kepentingan keamanan nasional jangka panjang AS.

Posisi di Senat ASKeteranganStatus Karier
Ketua Komite Anggaran SenatMemimpin komite anggaranBaru-baru ini dijabat
Anggota Komite Alokasi SenatTerlibat dalam urusan alokasiPernah dipegang
Anggota Komite Kehakiman SenatTerlibat dalam urusan kehakimanPernah dipegang
Anggota Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum SenatTerlibat dalam isu lingkungan dan pekerjaan umumPernah dipegang

Hubungan yang Berubah dengan Donald Trump

Nama Graham juga lekat dengan dinamika politik Donald Trump. Pada awal pemerintahan Trump, ia sempat menjadi pengkritik vokal presiden AS tersebut sebelum akhirnya berbalik arah.

Seiring waktu, Graham berubah menjadi salah satu pendukung dan sekutu politik Trump yang paling kuat di Kongres. Perubahan sikap itu membuat posisinya semakin penting di tengah tarik-menarik politik Partai Republik.

Kantor Senator Lindsey Graham menyampaikan bahwa keluarga menghargai doa publik dan meminta privasi selama masa berduka. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa keluarga sedang melewati situasi yang sangat sulit.

Di luar karier politiknya, Graham diketahui tidak menikah dan tinggal di Seneca, Carolina Selatan. Warisan politiknya membuat namanya tetap menonjol sebagai salah satu figur penting dalam politik Amerika Serikat modern.

Beritasatu.com melaporkan bahwa ucapan duka dan penghormatan terus mengalir setelah kabar meninggalnya Graham tersebar. Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar di jajaran legislatif senior yang selama ini aktif membentuk perdebatan soal pertahanan, keamanan nasional, dan kebijakan luar negeri AS.

Source: www.beritasatu.com
Terkait