Arema Menekan Habis-Habisan, Persebaya Bertahan Rapat Saat Derbi Jatim Masih 0-0

Arema FC tampil menekan sejak awal dan memaksa Persebaya Surabaya bertahan rapat dalam derbi Jawa Timur yang berakhir tanpa gol di babak pertama. Laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, memperlihatkan duel yang ketat, intens, dan minim ruang untuk serangan bersih.

Meski lebih sering menguasai bola dan membangun ancaman, Arema belum mampu mengubah dominasi menjadi gol. Persebaya justru menunjukkan disiplin bertahan yang membuat setiap upaya Singo Edan mentah sebelum melewati area berbahaya.

Arema langsung mengambil inisiatif

Tekanan Arema sudah terasa saat laga baru berjalan tiga menit. Gustavo Franca Amadio melepaskan tembakan awal, meski bola belum benar-benar mengarah ke gawang Persebaya.

Pada momen yang sama, Johan Ahmat Farizi ikut aktif membantu serangan dari sisi permainan Arema. Awal laga itu menegaskan keinginan tim tuan rumah untuk tampil agresif dan mencari gol cepat.

Ancaman berikutnya datang pada menit ke-10 lewat Dalberto Luan Belo. Aksi Arkhan Fikri yang membuka ruang di lini tengah menjadi titik awal terciptanya tembakan tepat sasaran pertama dalam pertandingan tersebut.

Rapinya blok Persebaya membuat Arema frustrasi

Persebaya memang lebih banyak ditekan, tetapi barisan belakang tetap bekerja disiplin. Beberapa percobaan Arema gagal menembus pertahanan karena para pemain Persebaya cepat menutup ruang dan memutus alur serangan.

Gustavo kembali mencoba melepaskan tembakan pada menit ke-17, namun bola diblok pemain bertahan. Dua menit berselang, Dalberto kembali mengancam, tetapi upaya itu juga masih bisa diredam dengan baik oleh lini belakang Green Force.

Arema terus mencari celah lewat serangan terbuka dan variasi dari lini depan. Pada menit ke-28, Roberto Pimenta Vinagre Filho mencoba peruntungan dengan sepakan yang melenceng, sementara percobaan lain dari Gustavo pada menit yang sama juga belum menghasilkan gol.

Persebaya baru sempat membalas di pertengahan babak

Persebaya baru mulai memberi respons pada menit ke-35. Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencoba melepaskan tembakan, tetapi bola belum menemui target dan belum cukup mengubah arah permainan.

Respons itu memang menunjukkan Persebaya tidak hanya bertahan, tetapi juga mencari momen untuk keluar dari tekanan. Namun, sampai peluit turun minum dibunyikan, peluang terbaik tetap lebih banyak dimiliki Arema.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Situasi itu menggambarkan betapa ketatnya duel antarkedua tim, dengan Arema lebih agresif namun Persebaya lebih efektif menjaga struktur pertahanan.

Babak pertama penuh tekanan tanpa hasil

Tempo pertandingan sejak menit awal memperlihatkan derby ini berjalan jauh dari kata longgar. Setiap bola yang masuk ke area sepertiga akhir langsung dihadang dengan agresivitas tinggi, sehingga serangan dari kedua tim sering terputus sebelum berkembang menjadi peluang bersih.

Arema mencoba menjaga intensitas lewat kombinasi serangan dari lini tengah dan sayap. Di sisi lain, Persebaya memilih bertahan kompak dan menunggu kesempatan untuk meredam tekanan, lalu memanfaatkan momen ketika ada ruang terbuka.

Hingga turun minum, tidak ada tim yang mampu memecah kebuntuan. Arema FC menekan tanpa henti, sementara Persebaya Surabaya tetap bertahan rapat, membuat babak pertama derbi Jawa Timur ini berjalan dalam tensi tinggi tetapi tetap tanpa gol.

Source: www.jawapos.com
Terkait