Antrean SPBU Medan Kembali Normal, Tiga Terminal Dikerahkan Jaga Pasokan BBM

Author: Cung Media

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan mulai kembali normal setelah penyaluran bahan bakar minyak dipercepat dalam beberapa hari terakhir. Perkembangan ini memberi kelegaan bagi warga yang sebelumnya menghadapi kepadatan di titik-titik pengisian BBM.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan kelancaran pelayanan didorong oleh penguatan rantai pasok dari beberapa arah. Pasokan untuk Medan dan wilayah sekitarnya kini dioptimalkan dari tiga terminal agar kebutuhan SPBU tetap terjaga.

Masyarakat tetap diminta membeli BBM sesuai kebutuhan selama proses pemulihan berlangsung. Imbauan ini disampaikan untuk membantu menjaga ketersediaan stok dan mencegah tekanan tambahan pada distribusi di lapangan.

Stok SPBU Dipantau, Pasokan Bisa Disesuaikan

Pertamina terus memantau kondisi stok serta penyaluran di seluruh SPBU yang dilayani di wilayah tersebut. Bila permintaan di suatu lokasi meningkat, perusahaan dapat menyesuaikan pasokan melalui skema Reguler Alternatif Emergency atau RAE.

Skema RAE digunakan saat kebutuhan masyarakat meningkat dan memerlukan respons distribusi yang lebih cepat. Pemantauan akan tetap berjalan hingga pelayanan pengisian BBM dinilai pulih sepenuhnya.

Perhatian terhadap kondisi nyata di lapangan juga dilakukan melalui peninjauan operasional SPBU di Kota Binjai. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Kepala BPH Migas melihat pelayanan dan kelancaran pasokan langsung kepada konsumen.

Peninjauan tersebut ditujukan untuk memastikan perbaikan tidak hanya tercatat dalam laporan distribusi. Kondisi antrean di SPBU menjadi salah satu indikator penting dalam proses normalisasi pasokan BBM.

Tiga Terminal Jadi Penopang Distribusi

Penguatan pasokan tidak hanya bertumpu pada satu fasilitas penyimpanan dan distribusi. Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, serta Integrated Terminal Lhokseumawe ikut dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah terdampak.

Langkah Operasional Pelaksanaan Tujuan
Operasional terminal Integrated Terminal Medan Group beroperasi 24 jam Mempercepat penyaluran BBM
Penambahan armada Mobil tangki melalui skema spot charter Mendukung distribusi lebih cepat
Penguatan personel Kesiapan Awak Mobil Tangki diperkuat Menjaga kelancaran pengiriman
Optimalisasi suplai Kisaran, Siantar, dan Lhokseumawe Memenuhi pasokan wilayah terdampak

Integrated Terminal Medan Group dioperasikan selama 24 jam untuk mempercepat arus pengiriman ke SPBU. Pertamina juga menambah mobil tangki melalui skema spot charter serta memperkuat kesiapan Awak Mobil Tangki atau AMT.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut kondisi penyaluran di Medan bergerak ke arah positif. “Kondisi penyaluran BBM di Kota Medan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fahrougi dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Koordinasi Diperkuat untuk Jaga Kelancaran

Percepatan distribusi dilakukan melalui sinergi dengan BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, dan mitra transportir. Keterlibatan berbagai pihak diarahkan agar pengiriman BBM dan pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih efektif.

Rangkaian langkah tersebut mencakup kesiapan fasilitas terminal, armada pengangkut, personel, hingga koordinasi kebutuhan di tiap wilayah. Pertamina menempatkan stabilitas pasokan sebagai fokus agar antrean SPBU Medan tidak kembali meningkat.

Konsumen yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan layanan dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam untuk menerima kebutuhan informasi terkait pelayanan Pertamina.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru