Momen Family Time Anton Simorangkir Berubah Menjadi Kenangan usai Tragedi Sibolangit

Unggahan sederhana bertuliskan “Family Time” kini menjadi kenangan bagi keluarga Anton Simorangkir. Pengusaha layanan fotokopi dan ponsel itu meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Sibolangit, Deli Serdang.

Jejak kebersamaan Anton bersama istri dan anaknya kembali mendapat perhatian setelah kabar duka tersebut beredar. Foto keluarga, kegiatan sehari-hari, hingga momen setelah beribadah di gereja memperlihatkan kedekatannya dengan orang-orang terdekat.

Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan

Kecelakaan terjadi di Jalan Jamin Ginting, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat, 17 Juli 2026. Anton menjadi satu dari empat orang yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Sedikitnya delapan orang lainnya mengalami luka akibat kecelakaan beruntun itu. Petugas kepolisian dan tim medis mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban sekaligus mengamankan arus lalu lintas.

KeteranganJumlahPenanganan
Korban meninggal dunia4 orangDievakuasi dari lokasi kejadian
Korban lukaSedikitnya 8 orangDitangani di fasilitas kesehatan

Seluruh korban sempat dibawa ke Puskesmas Sibolangit setelah proses evakuasi. Korban yang memerlukan penanganan lebih lanjut kemudian dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan.

VIVA melaporkan aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara setelah evakuasi berlangsung. Penanganan kecelakaan dilakukan bersamaan dengan pengaturan lalu lintas di ruas Jalan Jamin Ginting.

Unggahan Keluarga yang Kembali Dikenang

Anton dikenal di lingkungannya sebagai sosok suami dan ayah yang dekat dengan keluarga. Ia meninggalkan seorang istri bernama Riska Ginting serta seorang anak.

Dalam salah satu unggahan TikTok, Anton menuliskan keterangan singkat, “Family Time.” Unggahan itu menggambarkan momen kebersamaan keluarga yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Sejumlah foto yang diunggahnya juga memperlihatkan keharmonisan Anton dan Riska Ginting. Kebersamaan mereka terekam dalam aktivitas keluarga maupun momen-momen sederhana sehari-hari.

Anton turut membagikan kegemarannya bermain sepak bola bersama teman-temannya. Dalam sebuah keterangan Instagram, ia pernah menulis, “Kata istriku dia yang utama, sepak bola nomor sekian, ku iyakan aja. Padahal nyatanya enggak, untuk istriku nggak pantai baca, jadi aman aja.”

Selain keluarga dan olahraga, media sosialnya memuat foto kebersamaan di gereja selepas beribadah. Unggahan-unggahan itu kini kembali diperhatikan sebagai jejak digital yang menyimpan kenangan tentang dirinya.

Ucapan Belasungkawa Mengalir

Kolom komentar akun media sosial Anton dipenuhi ucapan simpati dari warga, kenalan, dan warganet. Salah satu pengguna menulis, “RIP Anton Simorangkir. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.”

Sejumlah komentar juga menyinggung unggahan keluarga Anton yang disebut baru dibagikan beberapa hari sebelum kecelakaan. Ada pula pengguna yang mengaku mengenalnya sebagai pemilik usaha fotokopi Anton di Bandar Baru.

Ucapan duka banyak diarahkan kepada Riska Ginting dan anak yang ditinggalkan. Salah satu komentar menyampaikan, “Kita nggak tau umur kita sampai kapan, turut berduka cita ya kak.”

Perhatian terhadap kisah Anton muncul karena unggahan keluarga yang sebelumnya tampak biasa kini memiliki makna berbeda setelah tragedi tersebut. Bagi keluarga yang ditinggalkan, momen-momen itu menjadi pengingat akan kebersamaan dengan sosok yang telah pergi.

Source: www.viva.co.id
Terkait