Batuk dan pilek yang muncul berulang ketika hujan dapat membuat orang tua khawatir anak mengalami alergi. Namun, keluhan tersebut tidak cukup untuk menjadi alasan memberikan obat alergi tanpa mengetahui penyebabnya.
Pada balita, batuk dan pilek justru lebih sering berkaitan dengan infeksi saluran napas akut akibat virus. Musim hujan dapat bertepatan dengan meningkatnya sirkulasi virus di lingkungan, sehingga anak tampak lebih sering sakit.
Dokter spesialis anak subspesialis alergi imunologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Endah Citraresmi, Sp.A, Subsp.A.I, menekankan bahwa penyebab keluhan saluran napas perlu dibedakan. Infeksi virus, iritasi, dan alergi dapat memunculkan gejala yang mirip, tetapi konteksnya tidak selalu sama.
Alergi merupakan respons abnormal tubuh terhadap benda dari lingkungan yang sebenarnya tidak berbahaya. Benda pemicu ini disebut alergen dan umumnya berupa protein yang berada di sekitar anak.
Tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, serta jamur termasuk contoh alergen yang disebutkan. Paparan terhadap pemicu tersebut dapat berkaitan dengan munculnya gejala pada anak yang memang memiliki kondisi alergi.
Udara dingin bukan berarti penyebab alergi
Istilah “alergi dingin” sebenarnya tidak tepat. Udara atau cuaca dingin dapat mengiritasi saluran napas pada penderita alergi yang memiliki saluran napas sangat sensitif.
Iritasi akibat udara dingin dapat membuat keluhan saluran napas muncul setelah anak terpapar cuaca tertentu. Karena itu, batuk yang terjadi saat hujan tidak otomatis membuktikan bahwa anak memiliki alergi.
| Pemicu atau kondisi | Kaitan dengan gejala saluran napas |
|---|---|
| Udara dingin | Dapat mengiritasi saluran napas yang sensitif pada penderita alergi. |
| Polusi udara | Dapat memperberat iritasi, baik dari dalam maupun luar ruangan. |
| Infeksi virus | Menjadi penyebab umum batuk dan pilek pada anak balita. |
Selain udara dingin, polusi udara dari dalam dan luar ruangan juga dapat memperberat iritasi pada saluran napas. Kondisi ini dapat memicu keluhan pada anak yang mempunyai alergi atau saluran napas sensitif.
Keluhan yang muncul pada musim hujan perlu dilihat bersama kondisi kesehatan anak secara menyeluruh. Waktu munculnya batuk saja belum dapat digunakan untuk membedakan apakah penyebabnya alergi, iritasi, atau infeksi.
Balita dapat mengalami ISPA berulang
Menurut dr. Endah Citraresmi, balita dapat mengalami infeksi saluran napas akut atau ISPA sebanyak 6 hingga 12 kali dalam satu tahun. Frekuensi tersebut dapat membuat anak terlihat sering mengalami batuk dan pilek, terutama ketika musim hujan.
ISPA pada balita umumnya disebabkan oleh virus. Kondisi yang berulang tidak berarti setiap episode batuk pilek harus ditangani dengan obat yang sama.
Perbedaan penyebab penting diperhatikan karena penanganan untuk infeksi virus tidak selalu sama dengan keluhan yang dipicu iritasi atau alergi. Orang tua perlu menghindari kesimpulan cepat hanya karena gejala bertepatan dengan hujan atau suhu udara yang lebih dingin.
Obat alergi perlu sesuai hasil pemeriksaan
Obat alergi diberikan bila gejala saluran napas telah terkonfirmasi disebabkan oleh alergi. Penilaian tersebut sebaiknya dilakukan melalui konsultasi dengan dokter spesialis anak.
Dokter dapat menilai pola keluhan yang dialami anak dan menentukan langkah yang diperlukan. Dalam kondisi tertentu, orang tua juga dapat menanyakan perlunya tes tambahan untuk memastikan ada atau tidaknya alergi.
Pemeriksaan yang tepat membantu membedakan alergi pada anak dari iritasi saluran napas maupun infeksi virus. Dengan begitu, pemberian obat tidak dilakukan sembarangan hanya berdasarkan dugaan bahwa batuk saat hujan selalu berkaitan dengan alergi.
