Aliyah Rizq Bangun Ekosistem Kurban ASEAN, 5.623 Hewan Terhubung Lintas Negara

Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd mendorong model kurban yang lebih terhubung di kawasan ASEAN lewat Asia Mega Qurban 2026. Program ini tidak hanya menargetkan pelaksanaan ibadah menjelang Iduladha 2026, tetapi juga membangun ekosistem peternakan modern yang lebih rapi, terstruktur, dan berkelanjutan.

Lewat anak usahanya, Aliyah Rizq Farm Sdn Bhd di Desaru, program lintas negara ini dirancang menjangkau Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Fokusnya bergeser dari sekadar jumlah hewan kurban menuju sistem operasional yang bisa menghubungkan peternak, lembaga keagamaan, dan pelaksana kurban di tingkat regional.

Dorongan membangun rantai pasok regional

Chief Executive Officer Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd, Dato’ Seri Ashraf Bakar, menegaskan bahwa program tahun ini diarahkan untuk membangun ekosistem kurban di ASEAN. Ia menyebut pembahasan awal dengan sejumlah pemilik peternakan di Malaysia berjalan positif dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

Menurut Ashraf, para pelaku peternakan melihat potensi besar dalam membangun rantai pasok yang lebih terstruktur bersama Aliyah Rizq. Sinergi ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas peternakan lokal sekaligus membuka akses menuju ekosistem regional yang saling terhubung.

Pendekatan tersebut menempatkan peternakan modern sebagai bagian penting dari pelaksanaan kurban berskala besar. Aliyah Rizq ingin memastikan bahwa kebutuhan ibadah dan kesiapan industri berjalan dalam satu sistem yang sama.

Pelaksanaan lapangan dibuat lebih terkoordinasi

Salah satu rangkaian utama program adalah Live Ibadah Qurban yang digelar pada 27 Mei 2026 di Masjid Al-Syifa, Bandar Penawar, Johor. Agenda ini menjadi penanda bahwa kurban dikemas dalam pola pelaksanaan yang lebih rapi dan terkoordinasi.

Aliyah Rizq melibatkan instansi pemerintah di Johor, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, dan otoritas setempat dalam pelaksanaan program. Keterlibatan berbagai pihak itu mendukung logistik, operasional, dan kesejahteraan hewan selama kegiatan berlangsung.

Keterhubungan antarpihak menjadi elemen penting dalam model yang dikembangkan. Dengan koordinasi yang lebih luas, pelaksanaan kurban diharapkan tidak hanya lancar, tetapi juga lebih konsisten dari sisi tata kelola.

Pengakuan atas kurban lintas negara

Pada saat yang sama, Aliyah Rizq memperoleh pengakuan dari ASEAN Records dan ASIA Records atas penyelenggaraan qurban lintas negara secara serentak selama 24 jam. Penghargaan itu diberikan pada 27 Mei 2026 dan menandai capaian program yang dikaitkan dengan transformasi sektor agro modern berbasis sistem terintegrasi.

Program tersebut mencatat total 5.623 hewan kurban yang telah dipesan, diproses, dan ditawarkan di 11 negara. Skala itu menunjukkan kemampuan koordinasi lintas wilayah yang besar dalam pengelolaan kurban modern.

Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa model kurban yang dibangun tidak berhenti pada distribusi hewan. Aliyah Rizq menempatkannya sebagai bagian dari sistem yang lebih luas, mulai dari persiapan peternakan hingga pelaksanaan di lapangan.

Arah baru untuk peternakan modern ASEAN

Asia Mega Qurban 2026 diposisikan sebagai jembatan antara kebutuhan ibadah dan pengembangan industri peternakan. Dalam kerangka itu, kolaborasi dengan peternak dinilai penting untuk membangun rantai pasok yang lebih tertata dan memperkuat kesiapan menghadapi kurban berskala besar.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa model kurban modern di kawasan tidak lagi berdiri sendiri. Dengan perluasan jangkauan ke empat negara ASEAN, Aliyah Rizq membangun koneksi yang lebih kuat antara sektor peternakan, lembaga keagamaan, dan pelaksana kurban di kawasan.

Source: www.medcom.id
Terkait