Air Mata Gervane Kastaneer Pecah, Surat Ayah Jelang Debut Piala Dunia Curacao

Author: Cung Media

Gervane Kastaneer menghadapi momen yang sulit ditahan tepat sebelum debutnya di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Curacao. Mantan penyerang Persis Solo itu menerima surat ulang tahun dari ayahnya, dan isi pesan tersebut membuatnya menangis di depan kamera FIFA.

Surat itu bukan sekadar ucapan selamat. Bagi Kastaneer, isinya menjadi pengingat tentang perjalanan panjang yang harus ia lewati sebelum akhirnya sampai ke panggung terbesar sepak bola dunia.

Perjalanan yang tidak mudah

Dalam serial Letters that Unite di situs resmi FIFA, sang ayah menyinggung masa ketika Kastaneer masih membela ADO Den Haag pada 2017. Saat itu, namanya juga sempat dikaitkan dengan Mainz di Jerman.

Namun jalan kariernya berubah setelah insiden di laga kontra PEC Zwolle. Kastaneer terkena bola di mata dan mengalami masalah penglihatan jangka panjang yang berdampak pada kariernya.

Menurut sang ayah, banyak orang melihatnya hanya sebagai cedera mata biasa. Keluarga, sebaliknya, tahu betul betapa berat rasa sakit, ketidakpastian, dan ketakutan yang muncul setelah kejadian itu.

Keluarga yang terus mendampingi

Ayah Kastaneer menulis bahwa mereka juga harus menjalani perjalanan ke Jerman bersama-sama. Dalam masa yang kelam itu, keluarga saling menguatkan karena situasinya terasa sangat suram.

Pesan itu kemudian ditutup dengan dorongan agar Kastaneer tidak menyerah. Sang ayah mengaitkannya langsung dengan pencapaian sang striker yang kini sampai ke Piala Dunia 2026 bersama Curacao.

Menjelang laga perdana Curacao

Curacao akan menghadapi Jerman pada laga perdana Grup E. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung di Houston, Amerika Serikat, pada Senin WIB.

Di hadapan kamera FIFA, Kastaneer sempat berbicara singkat setelah membaca surat itu sebelum akhirnya menangis. Ia lalu mengatakan bahwa ayahnya adalah segalanya baginya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena berhasil mencapai debut Piala Dunia. Menurutnya, pencapaian itu bukan hanya miliknya, tetapi juga milik sang ayah.

Kastaneer sendiri berusia 30 tahun dan pernah memperkuat Persis Solo pada Super League musim lalu. Dari 12 pertandingan, ia mencetak empat gol sebelum kemudian hijrah ke Malaysia dan bergabung dengan Terengganu.

Source: www.detik.com
Terbaru