Langkah Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani di Australia Open 2026 terhenti di partai puncak. Ganda putra Indonesia itu harus puas sebagai runner up setelah kalah dua gim langsung dari wakil China, Chen/Liu, di State Sport Centre, Sydney.
Hasil ini menutup peluang Indonesia menambah gelar dari sektor ganda putra, meski kontingen masih membawa pulang satu gelar juara lewat Alwi Farhan. Indonesia juga sempat berharap pada nomor lain setelah Febriana Dwipuji Kusuma/Meiilysa Trias Puspitasari lebih dulu kalah di final ganda putri.
Final yang ketat, tapi momentum lepas di saat penting
Gim pertama sebenarnya berjalan ketat sejak awal. Sabar/Reza sempat membuka poin pertama, tetapi Chen/Liu segera membalikkan keadaan dan unggul 3-1 sebelum duel berlanjut imbang 8-8.
Masalah mulai terlihat ketika pasangan Indonesia tertinggal 11-8 saat interval. Selepas jeda, mereka kesulitan mengejar tempo lawan dan tertinggal makin jauh hingga 17-10, sebelum gim pertama ditutup Chen/Liu dengan skor 21-15.
Sempat bangkit di gim kedua, lalu kembali terkejar
Gim kedua dimulai dengan tekanan dari Chen/Liu yang langsung meraih tiga poin beruntun. Sabar/Reza sempat tertinggal 8-2 karena permainan cepat lawan sulit diantisipasi.
Namun, pasangan Indonesia menunjukkan daya juang kuat dan berhasil menyamakan skor 9-9 serta 10-10. Mereka bahkan sempat memimpin 11-10, lalu unggul lagi 14-12 dan 16-14.
Setelah skor kembali imbang 16-16, Chen/Liu mengambil alih kendali. Wakil China itu kemudian unggul 17-16 dan menjaga keunggulan hingga menutup gim kedua 21-17, sekaligus memastikan gelar juara Australia Open 2026.
Indonesia tetap pulang dengan catatan positif
Kekalahan ini memperlihatkan betapa tipisnya jarak di laga final, terutama ketika lawan mulai menemukan ritme terbaik. Sabar/Reza sempat memberi perlawanan saat tertinggal jauh di gim kedua, tetapi konsistensi menjadi pembeda di poin-poin akhir.
Meski gagal membawa pulang gelar dari nomor ganda putra, Indonesia tetap menutup turnamen dengan satu trofi. Catatan itu datang di tengah dua final yang berakhir dengan posisi runner up, sehingga hasil di Sydney tetap menyisakan sisi positif untuk kontingen.
