
PT Agansa Primatama menempatkan integrasi teknologi tekstil dari hulu ke hilir sebagai fokus utama keikutsertaannya di IndoIntertex 2026 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Melalui ajang ini, Agansa tidak sekadar memamerkan mesin, tetapi juga rangkaian solusi yang saling terhubung untuk membantu efisiensi produksi industri tekstil dan garmen.
Pameran tersebut menjadi ruang penting bagi Agansa untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat bekerja lebih utuh di sepanjang rantai produksi. Di tengah dinamika industri yang tidak selalu stabil, pendekatan terintegrasi dinilai makin relevan karena pelaku usaha membutuhkan solusi yang praktis, aplikatif, dan sesuai kebutuhan lapangan.
Solusi yang mencakup seluruh rantai produksi
Direktur PT Agansa Primatama, Andreas S. Pangestu, menilai partisipasi di pameran tekstil berskala besar di Asia Tenggara itu kembali menjadi tolok ukur perkembangan teknologi, sekaligus peluang bisnis. Ia juga menekankan bahwa dukungan dan kolaborasi dengan para prinsipal menjadi faktor penting untuk menghadirkan solusi yang lebih bernilai di tengah ketidakpastian industri.
Agansa membawa pendekatan yang lebih menyeluruh dibandingkan pameran yang hanya menampilkan mesin konvensional. Perusahaan ini didukung oleh 22 principal global untuk menghadirkan inovasi di berbagai tahap industri tekstil, mulai dari spinning, knitting, weaving, dyeing, printing dan finishing, utilities, hingga advanced materials.
Cakupan tersebut menunjukkan bahwa Agansa menargetkan kebutuhan industri dari proses awal hingga tahap akhir produksi. Dengan model seperti ini, pengunjung pameran dapat melihat bagaimana satu ekosistem teknologi bisa saling terhubung untuk mendukung hasil produksi yang lebih efisien.
Daya tarik di booth Agansa
Selama empat hari penyelenggaraan, booth Agansa di Hall A3 Booth M1 & N1 menjadi salah satu tujuan yang banyak didatangi pengunjung. Banyak pelaku industri datang untuk melihat langsung teknologi yang diklaim mampu membantu peningkatan efisiensi produksi.
Agansa juga mengemas area pameran dengan tema comfort, connection, dan sustainable innovation. Konsep tersebut dibuat agar diskusi teknis dapat berlangsung lebih nyaman, terbuka, dan interaktif, terutama bagi pengunjung yang ingin membahas kebutuhan spesifik di lini produksi mereka.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama pada solusi yang berkaitan dengan efisiensi produksi dan keberlanjutan. Minat itu sejalan dengan arah industri tekstil yang kini semakin menekankan integrasi teknologi dan optimalisasi proses kerja.
IndoIntertex sebagai barometer industri tekstil
IndoIntertex 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran penting bagi pelaku industri tekstil di kawasan. Dalam penyelenggaraan selama empat hari, pameran ini mencatat lebih dari 75.000 pengunjung, angka yang menunjukkan besarnya perhatian pasar terhadap pengembangan teknologi tekstil.
Bagi Agansa, besarnya jumlah pengunjung membuka ruang dialog yang lebih luas dengan pelaku industri yang membutuhkan solusi praktis. Kondisi itu juga memperlihatkan bahwa pasar masih mencari pendekatan yang mampu menjawab tantangan produksi secara menyeluruh, bukan hanya menawarkan alat secara terpisah.
Di tengah kompetisi yang makin ketat, penawaran teknologi terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi nilai penting bagi industri tekstil modern. Agansa memanfaatkan momentum di IndoIntertex 2026 untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada keterhubungan teknologi dalam satu rantai produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Source: www.viva.co.id




