6 Sekolah Kedinasan Paling Diminati, PKN STAN Tinggalkan IPDN dengan Selisih 14 Ribu Pendaftar

Persaingan masuk sekolah kedinasan sangat ketat, terutama di Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN. Pada seleksi 2025, kampus kedinasan ini menarik 45.518 pendaftar, unggul 14.254 orang dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang berada di posisi kedua.

Besarnya angka tersebut penting diperhatikan calon peserta karena pendaftar hanya diperbolehkan memilih satu instansi. Pilihan yang keliru dapat berisiko, sebab peserta yang terdeteksi mendaftar ke lebih dari satu sekolah kedinasan akan dinyatakan gugur.

Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperlihatkan enam instansi dengan jumlah peminat tertinggi pada 2025. Angka submit menunjukkan jumlah peserta yang telah menyelesaikan proses pendaftaran pada instansi pilihannya.

Ringkasan 6 Sekolah Kedinasan dengan Pendaftar Terbanyak

PeringkatSekolah KedinasanPendaftarSubmit
1PKN STAN45.51844.307
2IPDN31.26429.442
3Sekolah Kedinasan Kemenhub28.49323.852
4STMKG18.85818.394
5Politeknik Statistika STIS15.86915.571
6STIN7.5637.400

1. Politeknik Keuangan Negara STAN

PKN STAN menjadi instansi dengan peminat terbanyak, dengan 45.518 pendaftar dan 44.307 peserta yang telah melakukan submit. Selisih antara jumlah pendaftar dan submit mencapai 1.211 orang.

Keunggulan jumlah pendaftar PKN STAN atas IPDN mencapai 14.254 orang. Jarak ini menunjukkan dominasi PKN STAN dalam peta minat peserta sekolah kedinasan pada seleksi 2025.

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri

IPDN menempati urutan kedua setelah menerima 31.264 pendaftar. Sebanyak 29.442 peserta menyelesaikan tahap submit.

Minat terhadap IPDN mencerminkan tingginya perhatian peserta pada pendidikan kedinasan di bidang pemerintahan. Namun, jumlah peminatnya masih cukup jauh dibandingkan PKN STAN di puncak daftar.

3. Sekolah Kedinasan di Bawah Kementerian Perhubungan

Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan mencatatkan 28.493 pendaftar. Jumlah peserta yang melakukan submit mencapai 23.852 orang.

Selisih pendaftar dengan IPDN hanya 2.771 orang, sehingga posisi keduanya relatif berdekatan. Meski demikian, selisih angka submit antara kedua pilihan tersebut mencapai 5.590 peserta.

4. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

STMKG berada di peringkat keempat dengan 18.858 pendaftar. Peserta yang sudah menuntaskan submit berjumlah 18.394 orang.

Perbedaan pendaftar dan submit di STMKG tercatat 464 orang. Angka ini memperlihatkan mayoritas pendaftar melanjutkan proses hingga tahap penyelesaian pendaftaran.

5. Politeknik Statistika STIS

Politeknik Statistika STIS memperoleh 15.869 pendaftar pada seleksi 2025. Dari jumlah itu, sebanyak 15.571 peserta tercatat telah melakukan submit.

Selisih antara pendaftar dan submit di STIS hanya 298 orang. Data tersebut menempatkan STIS sebagai sekolah kedinasan dengan peminat terbanyak kelima.

6. Sekolah Tinggi Intelijen Negara

STIN melengkapi daftar enam besar dengan 7.563 pendaftar. Jumlah peserta yang menyelesaikan submit mencapai 7.400 orang.

Selisih 163 peserta antara angka pendaftar dan submit menjadi yang paling kecil dalam daftar ini. BKN mencatat enam instansi tersebut sebagai gambaran tingkat persaingan sekolah kedinasan pada 2025.

Ketentuan yang Perlu Diperhatikan Pendaftar

Peraturan Kementerian PANRB Nomor 13 Tahun 2026 mengatur bahwa peserta hanya dapat memilih satu instansi dalam penerimaan peserta didik sekolah kedinasan. Peserta yang mendaftar lebih dari satu instansi akan gugur dari seleksi.

Tahapan seleksi meliputi pendaftaran melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN), seleksi administrasi, masa sanggah, Seleksi Kompetensi Dasar, seleksi lanjutan, dan penentuan kelulusan akhir. Masa sanggah atas hasil seleksi administrasi diberikan paling lama tiga hari sejak pengumuman hasil.

Secara umum, calon peserta harus warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia setelah lulus. Peserta juga wajib bersedia menjalani ikatan dinas setelah menyelesaikan pendidikan.

Persyaratan pada seleksi tahun sebelumnya mencakup status belum menikah, belum memiliki anak, dan tidak sedang menjalani ikatan dinas di instansi lain. Dokumen yang perlu disiapkan antara lain ijazah, kartu keluarga, KTP, rapor SMA atau sederajat, pasfoto, serta dokumen tambahan sesuai ketentuan instansi yang dipilih.

Terkait