Peta kampus bisnis dan manajemen di Indonesia berubah cukup menarik dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026. Tiga nama teratas sama-sama bertengger di peringkat 201–250 dunia, sementara BINUS melesat dan kini sejajar dengan UI dan UGM di level teratas.
Daftar ini tidak hanya melihat popularitas kampus, tetapi juga reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, sitasi per paper, dan H-index. Artinya, posisi kampus di daftar ini memberi gambaran yang lebih utuh tentang kekuatan riset sekaligus daya saing lulusan di dunia kerja.
UI dan UGM sama kuat di papan atas
Universitas Indonesia menjadi salah satu kampus paling menonjol karena mencatat Employer Reputation tertinggi di Indonesia untuk bidang ini, yakni 66,6 poin. UI berada di peringkat 201–250 dunia dan dikenal kuat dalam jaringan perusahaan nasional maupun internasional.
Universitas Gadjah Mada juga masuk kelompok yang sama, yaitu peringkat 201–250 dunia. UGM tampil seimbang karena meraih Academic Reputation 60,5 poin dan reputasi di mata perusahaan 63,8 poin.
BINUS naik paling cepat
Universitas Bina Nusantara mencuri perhatian karena naik dari peringkat 301–350 pada tahun lalu menjadi 201–250 dunia. Sebagai perguruan tinggi swasta, BINUS kini sejajar dengan UI dan UGM di kategori Business & Management Studies.
BINUS juga mencatat Academic Reputation tertinggi di Indonesia untuk kategori ini, yaitu 61,0 poin. Kampus ini turut membukukan H-index 80,6 poin dan dikenal dengan kurikulum modern yang adaptif terhadap bisnis digital.
UNAIR unggul di dampak riset
Universitas Airlangga berada di peringkat 301–350 dunia dan menonjol lewat kualitas risetnya. UNAIR mencatat Citations per Paper tertinggi di antara seluruh kampus di Indonesia, yakni 65,0 poin.
Angka itu menunjukkan bahwa riset bisnis dan manajemen dari UNAIR banyak dirujuk para ahli dunia. Bagi mahasiswa yang tertarik pada analisis bisnis dan strategi berbasis data, posisi ini menjadi nilai penting yang sulit diabaikan.
ITB membawa pendekatan teknologi
Institut Teknologi Bandung menempati peringkat 401–450 dunia, tetapi punya karakter yang berbeda lewat School of Business and Management. Pendekatan bisnis di ITB dipadukan dengan teknologi dan inovasi, sehingga memberi warna yang tidak sama dengan kampus bisnis pada umumnya.
ITB juga mencatat Employer Reputation 62,2 poin. Nilai ini menunjukkan bahwa lulusan kampus Ganesha tetap dipandang mampu membaca peluang bisnis di era teknologi yang bergerak cepat.
UB menutup enam besar
Universitas Brawijaya melengkapi daftar enam kampus terbaik Indonesia untuk bidang bisnis dan manajemen. UB berada di peringkat 451–500 dunia dan mempertahankan posisinya di kelompok tersebut.
Kampus di Malang ini dikenal memiliki lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya jiwa entrepreneurship. UB juga mengantongi H-index 77,9 poin, yang menandakan produktivitas dan dampak riset akademiknya diakui secara global.
Daftar ini memperlihatkan bahwa pilihan kampus bisnis dan manajemen di Indonesia semakin beragam, dari perguruan tinggi negeri besar hingga swasta yang terus melesat. Setiap kampus menawarkan keunggulan yang berbeda, mulai dari reputasi pemberi kerja, kualitas akademik, hingga kekuatan riset dan inovasi digital.
| Kampus | Peringkat Dunia | Keunggulan Utama | Skor Menonjol |
|---|---|---|---|
| Universitas Indonesia | 201–250 | Employer Reputation tertinggi di Indonesia | 66,6 poin |
| Universitas Gadjah Mada | 201–250 | Seimbang di akademik dan industri | Academic Reputation 60,5 poin; Employer Reputation 63,8 poin |
| Universitas Bina Nusantara | 201–250 | Naik paling cepat, akademik terkuat | Academic Reputation 61,0 poin; H-index 80,6 poin |
| Universitas Airlangga | 301–350 | Dampak sitasi riset tertinggi | Citations per Paper 65,0 poin |
| Institut Teknologi Bandung | 401–450 | Bisnis dengan pendekatan teknologi | Employer Reputation 62,2 poin |
| Universitas Brawijaya | 451–500 | Lingkungan entrepreneurship yang kuat | H-index 77,9 poin |







