6 Faktor Penentu Final Spanyol vs Argentina, Duel Messi dan Tembok La Roja

Author: Cung Media

Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina dalam duel dua tim yang sama-sama lolos melalui pertandingan dramatis. Ketajaman Lionel Messi, ketahanan pertahanan La Roja, hingga keputusan kecil di bangku cadangan berpotensi menentukan arah perebutan trofi.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion New York New Jersey pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Spanyol melaju setelah menyingkirkan Prancis, sedangkan Argentina mengamankan tempat di final usai bangkit saat menghadapi Inggris.

Data Opta yang dikutip Suara menempatkan enam aspek sebagai titik krusial dalam pertandingan ini. Pertarungan tidak hanya akan bergantung pada satu bintang, melainkan juga pada penguasaan lini tengah, respons saat tertinggal, dan strategi kedua pelatih.

Faktor Spanyol Argentina
Pertahanan dan kreativitas Unai Simon mencatat enam clean sheet Messi menjadi pusat kreativitas serangan
Lini tengah Rodri, Fabian Ruiz, dan Pedri Alexis Mac Allister dan Enzo Fernandez
Opsi penyerang Komposisi gelandang menjadi perhatian Julian Alvarez atau Lautaro Martinez
Mental laga Pernah menentukan laga lewat gol telat Memperlihatkan kemampuan bangkit

1. Lionel Messi Menghadapi Pertahanan Spanyol

Messi menjadi ancaman terbesar Argentina setelah datang ke final sebagai pemain terbaik turnamen. Ia juga memegang rekor gol sepanjang masa Piala Dunia serta telah mencatatkan 12 assist, jumlah terbanyak dalam sejarah kompetisi.

Spanyol membawa bekal pertahanan yang sangat rapat sepanjang turnamen. Saat semifinal melawan Prancis, tim yang dipimpin Kylian Mbappe hanya menghasilkan 0,31 expected goals atau xG, angka terendah di semifinal Piala Dunia sejak data itu dicatat pada 1966.

Unai Simon menjadi salah satu fondasi utama ketahanan La Roja dengan enam clean sheet. Catatan tersebut disebut belum pernah dicapai oleh tim mana pun dalam satu edisi Piala Dunia.

2. Perebutan Tempo di Lini Tengah

Spanyol mengandalkan Rodri sebagai pengatur ritme permainan dan kandidat Golden Ball jika timnya menjadi juara. Gelandang Manchester City itu mencetak rekor 655 operan sukses dalam satu edisi Piala Dunia.

Rodri mendapat dukungan Fabian Ruiz yang menjaga keseimbangan serta Pedri yang aktif mengalirkan bola ke sepertiga akhir. Kombinasi itu membuat Spanyol mampu mempertahankan penguasaan bola sekaligus menekan lawan dari area tengah.

Argentina memiliki Alexis Mac Allister dan Enzo Fernandez untuk melawan dominasi tersebut. Mac Allister memenangkan 33 duel dan membuat 10 intersep, sementara Enzo membukukan 104 sentuhan serta 82 operan sukses saat menghadapi Inggris.

3. Pilihan Pemain yang Dapat Mengubah Laga

Luis de la Fuente masih menghadapi keputusan penting terkait komposisi lini tengahnya, terutama peran Fabian Ruiz dan Pedri. Fabian membawa catatan belum terkalahkan dalam 49 pertandingan bersama tim nasional serta mencatat perebutan bola terbanyak ketika melawan Prancis.

Di kubu Argentina, Lionel Scaloni perlu menentukan penyerang utama antara Julian Alvarez dan Lautaro Martinez. Lautaro efektif sebagai pemain pengganti dengan gol atau assist dalam tiga laga terakhir, sedangkan Alvarez memberi kontribusi besar ketika Argentina kehilangan bola.

4. Adu Taktik Dua Pelatih Lokal

Final ini memperpanjang tradisi perebutan gelar Piala Dunia oleh tim yang ditangani pelatih dari negara sendiri. De la Fuente dan Scaloni sama-sama datang dengan rekam jejak kuat sebelum bertemu pada laga terbesar turnamen.

De la Fuente membawa Spanyol menjadi juara Euro 2024, sedangkan Scaloni mengantar Argentina meraih gelar dunia pada 2022. Pertemuan keduanya menjadi kontras dengan Inggris yang ditangani Thomas Tuchel dan Brasil bersama Carlo Ancelotti.

5. Ancaman Drama pada Menit Akhir

Argentina berulang kali menunjukkan daya juang ketika berada di bawah tekanan. Albiceleste pernah tertinggal dua gol dari Mesir hingga menit ke-78 pada babak 16 besar sebelum membalikkan keadaan.

Kebangkitan juga terjadi setelah Argentina kebobolan pada menit ke-85 dalam pertandingan melawan Inggris. Spanyol pun memiliki kecenderungan menentukan laga pada fase akhir melalui gol-gol penting.

Mikel Merino menjadi salah satu pemain yang mencetak gol telat saat La Roja menghadapi Portugal dan Belgia. Situasi akhir laga dapat menjadi fase paling menentukan apabila final berjalan ketat hingga menit-menit terakhir.

6. Pertarungan Dua Juara Benua

Final ini mempertemukan juara Eropa dengan juara bertahan dunia serta salah satu kekuatan utama Amerika Selatan. Jika Argentina menang, koleksi gelar negara-negara Amerika Selatan akan mencapai 11 trofi dan hanya tertinggal satu dari negara-negara Eropa.

Argentina juga datang sebagai juara Copa America 2024 yang digelar di Amerika Serikat. Dukungan suporter di New York dan sekitarnya diperkirakan dapat memberi atmosfer yang lebih menguntungkan bagi Albiceleste pada Piala Dunia edisi pertama dengan 48 peserta.

Source: www.suara.com
Terbaru