59 Emiten Masuk Daftar Potensi Delisting BEI, WIKA, WSKT, dan INAF Terseret

Author: Cung Media

Daftar potensi delisting di Bursa Efek Indonesia kembali memanjang, dan perhatian pasar kini tertuju pada 59 emiten yang sudah disuspensi enam bulan atau lebih. Di antara nama yang muncul ada WIKA, WSKT, dan INAF, tiga emiten yang membuat risiko penghapusan pencatatan terasa makin dekat.

Situasi ini menunjukkan bahwa suspensi panjang bukan sekadar gangguan perdagangan biasa. Bagi investor, status tersebut berarti likuiditas saham tertahan lebih lama dan peluang keluar dari investasi menjadi semakin terbatas.

Suspensi panjang masih menjadi alarm utama

BEI mencatat, hingga 30 Juni 2026 terdapat 59 perusahaan tercatat yang telah dihentikan sementara perdagangannya selama enam bulan atau lebih. Jumlah itu memang turun dari akhir Desember 2025 yang mencapai 70 emiten, tetapi masalahnya belum benar-benar selesai.

Di sisi lain, ada 10 emiten yang sudah disuspensi lebih dari 65 bulan, sementara empat emiten lain telah dibekukan perdagangannya selama lebih dari 12 bulan. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa sebagian emiten masih terjebak dalam ketidakpastian yang sangat panjang.

Kondisi Jumlah Emitem Keterangan
Suspensi 6 bulan atau lebih 59 Berisiko masuk potensi delisting
Suspensi lebih dari 65 bulan 10 Masalah belum terselesaikan sangat lama
Suspensi lebih dari 12 bulan 4 Perdagangan sudah lama dibekukan

Aturan BEI soal pembatalan pencatatan

BEI menjelaskan bahwa potensi delisting mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan dan Pencatatan Kembali. Bursa dapat menghapus pencatatan saham jika perusahaan mengalami kondisi yang berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha, baik dari sisi keuangan maupun hukum, dan tidak menunjukkan prospek pemulihan yang memadai.

Delisting juga bisa terjadi jika perusahaan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai emiten atau sahamnya disuspensi di seluruh pasar selama sedikitnya 24 bulan. BEI juga mewajibkan pengumuman publik untuk emiten yang disuspensi selama enam bulan berturut-turut, dan pengumuman itu dilakukan setiap Juni dan Desember sampai suspensi dicabut atau perusahaan resmi dikeluarkan dari Bursa.

WIKA, WSKT, dan INAF ikut masuk sorotan

Masuknya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT, dan PT Indofarma Tbk atau INAF ke dalam daftar itu menambah tekanan terhadap sejumlah BUMN di pasar modal. WIKA dan WSKT selama beberapa tahun terakhir dikenal menghadapi beban utang tinggi dan proses restrukturisasi yang belum tuntas.

Sementara itu, Indofarma masih bergulat dengan persoalan keuangan dan operasional yang belum selesai. Kondisi tersebut membuat ketiganya berada dalam pengawasan pasar karena suspensi berkepanjangan dapat berujung pada penghapusan pencatatan jika ketentuan BEI tidak terpenuhi.

Daftar panjang emiten dari berbagai sektor

Selain tiga emiten tersebut, BEI juga mencantumkan perusahaan dari sektor properti, manufaktur, pertambangan, teknologi, dan perdagangan. Daftar itu menunjukkan bahwa tekanan untuk kembali memenuhi ketentuan Bursa masih dirasakan banyak emiten tercatat.

Emiten Sektor/Konteks Status dalam Daftar
ALMI Berbagai sektor Potensi delisting
ALTO Berbagai sektor Potensi delisting
ARMY Berbagai sektor Potensi delisting
ARTI Berbagai sektor Potensi delisting
BEBS Berbagai sektor Potensi delisting
BIKA Berbagai sektor Potensi delisting
BIMA Berbagai sektor Potensi delisting
BOSS Berbagai sektor Potensi delisting
BTEL Berbagai sektor Potensi delisting
CBMF Berbagai sektor Potensi delisting
CPRI Berbagai sektor Potensi delisting
DEAL Berbagai sektor Potensi delisting
DPNS Berbagai sektor Potensi delisting
ETWA Berbagai sektor Potensi delisting
FASW Berbagai sektor Potensi delisting
FIMP Berbagai sektor Potensi delisting
GAMA Berbagai sektor Potensi delisting
GLOB Berbagai sektor Potensi delisting
HKMU Berbagai sektor Potensi delisting
HOME Berbagai sektor Potensi delisting
HOTL Berbagai sektor Potensi delisting
IIKP Berbagai sektor Potensi delisting
INAF BUMN farmasi Potensi delisting
INRU Berbagai sektor Potensi delisting
IPPE Berbagai sektor Potensi delisting
JSKY Berbagai sektor Potensi delisting
KAYU Berbagai sektor Potensi delisting
KBRI Berbagai sektor Potensi delisting
KIAS Berbagai sektor Potensi delisting
LMSH Berbagai sektor Potensi delisting
MAGP Berbagai sektor Potensi delisting
MENN Berbagai sektor Potensi delisting
MFMI Berbagai sektor Potensi delisting
MKNT Berbagai sektor Potensi delisting
MTPS Berbagai sektor Potensi delisting
MTSM Berbagai sektor Potensi delisting
NUSA Berbagai sektor Potensi delisting
PLIN Berbagai sektor Potensi delisting
PMMP Berbagai sektor Potensi delisting
POLL Berbagai sektor Potensi delisting
POOL Berbagai sektor Potensi delisting
POSA Berbagai sektor Potensi delisting
PTMR Berbagai sektor Potensi delisting
PURE Berbagai sektor Potensi delisting
RIMO Berbagai sektor Potensi delisting
SIMA Berbagai sektor Potensi delisting
SMCB Berbagai sektor Potensi delisting
SWAT Berbagai sektor Potensi delisting
TECH Berbagai sektor Potensi delisting
TGRA Berbagai sektor Potensi delisting
TGUK Berbagai sektor Potensi delisting
TOPS Berbagai sektor Potensi delisting
TRAM Berbagai sektor Potensi delisting
TRIO Berbagai sektor Potensi delisting
WICO Berbagai sektor Potensi delisting
WIKA BUMN karya Potensi delisting
WSKT BUMN karya Potensi delisting
ZBRA Berbagai sektor Potensi delisting

Daftar panjang itu memperlihatkan bahwa tantangan mempertahankan status emiten di BEI masih besar bagi banyak perusahaan tercatat. Selama suspensi belum dicabut dan perbaikan belum terlihat, potensi delisting tetap terbuka bagi puluhan saham yang kini berada dalam pengawasan Bursa.

Source: www.suara.com
Terbaru