5 Titik Panas Bertahan di Gunung Cendono, Jurang Curam Memperlambat Pemadaman

Lima titik panas masih terpantau di Gunung Cendono, kawasan Hutan Tahura R Soerjo di Mojokerto. Kondisi ini membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan belum dapat dituntaskan karena api berada di medan yang sulit dijangkau.

Jurang yang sangat curam menjadi hambatan terbesar bagi tim di lapangan untuk mendekati lokasi kebakaran. Petugas harus bergerak dengan hati-hati dan bergantian agar upaya pemadaman tidak membahayakan keselamatan personel.

Satu Titik Dipadamkan, Api Belum Sepenuhnya Aman

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menyatakan baru satu titik api yang berhasil dipadamkan. Namun, titik tersebut disebut belum sepenuhnya padam sehingga pengawasan tetap diperlukan.

Keberadaan lima titik panas menunjukkan area kebakaran masih membutuhkan pengendalian berkelanjutan. Tim berupaya menahan api dari titik yang lebih memungkinkan dijangkau agar tidak merembet ke kawasan lain.

InformasiRincianKeterangan
LokasiGunung Cendono, MojokertoKawasan Hutan Tahura R Soerjo
Titik panas5 titikMasih ditemukan di lokasi
Titik yang dipadamkan1 titik apiBelum sepenuhnya padam
Kendala utamaJurang sangat curamAkses petugas terbatas

Medan berat membuat waktu tempuh menuju titik api menjadi lebih lama dan menguras tenaga petugas. Karena itu, pemadaman tidak dapat dilakukan dengan pola pengerahan yang dipaksakan dalam waktu panjang.

Jumadi menekankan keselamatan personel menjadi pertimbangan utama selama operasi berlangsung. “Jangan sampai petugas yang menjadi korban, saat tidak bisa dijangkau dan sudah kelelahan mereka ditarik ke posko,” ujarnya.

Tim Gabungan Menjaga Api Tak Meluas

Penanganan Karhutla Gunung Cendono melibatkan unsur gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Mojokerto, Polsek Pacet, dan Koramil Pacet. Petugas dari Tahura R Soerjo, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta warga sekitar juga ikut membantu pengendalian kebakaran.

Tim gabungan masih berada di sekitar lokasi untuk bersiap bergerak ketika kondisi medan memungkinkan. Pola kerja bergantian diterapkan karena jalur menuju titik api membutuhkan tenaga besar dan memiliki risiko keselamatan.

Penempatan personel di sekitar kawasan juga ditujukan untuk membatasi kemungkinan api menjalar. Langkah ini menjadi penting ketika akses darat belum memungkinkan seluruh titik panas didekati secara langsung.

Opsi Water Bombing Masih Dikoordinasikan

Dinas Kehutanan Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mencari bantuan water bombing atau pilihan penanganan lain. Dukungan udara diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan akses akibat kontur curam di Gunung Cendono.

Menurut laporan Media Indonesia, bantuan tambahan dibutuhkan agar operasi pemadaman dapat dilakukan lebih efektif. Hingga akses darat membaik, kemampuan tim di lapangan masih menjadi tumpuan untuk mengendalikan api.

Situasi di kawasan Tahura R Soerjo membuat operasi pemadaman berjalan lebih lambat daripada kondisi medan yang mudah dilalui. Pengendalian titik panas dan perlindungan terhadap petugas tetap menjadi fokus utama selama kebakaran belum sepenuhnya teratasi.

Upaya Pemadaman Karhutla akan terus menyesuaikan kondisi lapangan, terutama keselamatan petugas dan akses menuju area api. Tim gabungan tetap bersiaga untuk kembali melakukan penanganan saat jalur dan kondisi di lokasi dinilai memungkinkan.

Source: mediaindonesia.com
Terkait