Kerangka Tyrannosaurus rex bernama Gus terjual seharga USD 50.130.000, atau sekitar Rp 906 miliar, dalam lelang Sotheby’s di New York. Nilai tersebut menjadikannya fosil termahal yang pernah dilepas melalui lelang.
Lonjakan harga Gus bukan hanya mencetak rekor baru di pasar kolektor, tetapi juga kembali menyoroti nasib fosil penting yang masuk ke kepemilikan pribadi. Identitas pembeli spesimen yang diperkirakan berusia sekitar 67 juta tahun itu tidak diumumkan kepada publik.
Rekor Baru Melampaui Apex
Sebelum Gus, rekor lelang fosil tertinggi dipegang Stegosaurus bernama Apex. Fosil tersebut dibeli miliarder Ken Griffin pada 2024 dengan harga USD 44,6 juta.
Apex kemudian dipinjamkan selama empat tahun ke Museum Sejarah Alam New York. Berbeda dengan itu, belum ada informasi mengenai rencana penempatan atau akses publik untuk Gus setelah lelang.
| Spesimen | Harga Lelang | Catatan |
|---|---|---|
| Gus | USD 50.130.000 | Rekor fosil termahal di lelang |
| Apex | USD 44,6 juta | Terjual pada 2024 |
| Stan | USD 31,8 juta | Terjual pada 2020 |
Ukuran Gus dan Bagian Tulang yang Masih Utuh
Menurut Sotheby’s, Gus memiliki panjang sekitar 11,5 meter dengan tinggi sekitar 3,8 meter. Tengkoraknya berukuran sekitar 137 sentimeter, menjadikannya salah satu kerangka T. rex berukuran besar yang pernah ditemukan.
Kerangka ini tersusun dari 183 elemen tulang fosil. Tingkat kelengkapannya diperkirakan mencapai sekitar 61% berdasarkan jumlah tulang, atau 75% hingga 80% berdasarkan massa spesimen.
Tengkorak Gus disebut memiliki sekitar 82% tulang asli. Sejumlah bagian yang tergolong langka juga masih bertahan, termasuk tulang garpu, panggul utuh, serta kedua telapak kaki.
Fosil ini turut menyimpan jejak kehidupan dinosaurus tersebut sebelum mati. Gus menunjukkan bekas gigitan dan bukti patah tulang yang telah sembuh ketika hewan itu masih hidup.
Nama Gus Berasal dari Pemilik Lahan
Nama Gus diambil dari Gary “Gus” Licking, peternak sapi dari Harding County yang memiliki lahan tempat fosil itu ditemukan. Licking meninggal pada 2022, setahun setelah penggalian spesimen dimulai.
Gus ditemukan di wilayah Dakota Selatan yang menjadi bagian dari kawasan kaya fosil dinosaurus. Lokasi tersebut berkaitan dengan Formasi Hell Creek, bentang geologi yang meliputi Montana, Wyoming, Dakota Utara, dan Dakota Selatan.
Formasi Hell Creek memiliki peran penting dalam sejarah penelitian T. rex. Salah satu kerangka T. rex pertama ditemukan di kawasan ini pada 1902, sementara penamaan spesies tersebut juga berakar dari fosil-fosil yang digali di wilayah sama.
Kelengkapan Fosil dan Kepentingan Penelitian
Sotheby’s menilai Gus sebagai salah satu fosil T. rex paling lengkap yang pernah ditemukan. Namun, tingkat kelengkapannya masih berada di bawah Stan yang memiliki kelengkapan sekitar 70% dan Sue yang disebut mencapai 90%.
Stan terjual pada 2020 dengan harga USD 31,8 juta. Sementara itu, Sue dikenal sebagai fosil dinosaurus pertama yang pernah dilelang pada 1997.
Harga tinggi Gus mencerminkan kelangkaan kerangka T. rex yang relatif utuh di pasar kolektor. Di sisi lain, paleontolog umumnya menilai kepemilikan pribadi dapat membatasi akses ilmiah terhadap spesimen bernilai penting.
Jurnal ilmiah biasanya hanya menerbitkan penelitian atas fosil yang tersimpan dalam koleksi publik. Penelitian pada spesimen milik pribadi dinilai lebih sulit direproduksi secara tepercaya, sehingga perpindahan Gus ke tangan pembeli anonim kembali memunculkan perdebatan tentang akses sains.







