Panel OLED kini menjadi standar baru untuk layar premium karena mampu memberi hitam pekat, warna yang kuat, efisiensi daya tinggi, dan respons yang sangat cepat. Di balik layar ponsel, TV, dan perangkat modern yang dipakai sehari-hari, ada lima nama besar yang terus menguasai pasokan panel untuk merek-merek teknologi ternama.
Samsung, LG, BOE, Tianma, dan TCL CSOT punya jalur spesialisasi masing-masing. Sebagian besar justru bekerja di balik layar untuk produk Apple, Samsung, hingga sejumlah merek global lain yang mengandalkan panel premium.
Samsung, unggul di kualitas dan adopsi luas
Samsung Display dikenal punya panel OLED dengan akurasi warna hingga 120 persen DCI-P3 dan rasio kontras mencapai 1.000.000:1. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga mengembangkan Round Diamond Pixel serta teknologi AMOLED, Super AMOLED, dan Dynamic AMOLED 2X.
Kombinasi kualitas dan skala produksi membuat Samsung jadi pemasok utama OLED bagi Apple. Panelnya dipakai pada iPhone, iPad, hingga iPhone Fold yang dikabarkan akan hadir pada 2026 atau 2027.
Di luar Apple, panel OLED Samsung juga digunakan Xiaomi, OPPO, dan vivo. Posisi Samsung di pasar OLED tetap kuat karena performa tinggi, efisiensi, dan penerimaan luas dari banyak merek besar.
LG, pemimpin OLED untuk TV dan monitor
LG menempati posisi penting di industri OLED lewat arsitektur WOLED untuk TV dan monitor. Panelnya juga dipakai di wearable, smartphone, dan tablet, sehingga jangkauannya tidak hanya terbatas pada layar besar.
Perusahaan ini juga mengembangkan panel OLED otomotif, OLED transparan, dan OLED microdisplay. Sejumlah merek besar memakai panel LG, termasuk Panasonic, SONY, Philips, Loewe, JVC, Hisense, dan Konka.
LG juga menjadi pemasok OLED untuk Apple. Di sisi lain, panel pOLED-nya dikenal sebagai OLED fleksibel yang kerap dipakai Motorola di smartphone.
BOE, agresif di OLED fleksibel
BOE berasal dari China dan berdiri pada 1993. Perusahaan ini memproduksi layar OLED, LCD backlight, dan komponen solar panel.
BOE awalnya fokus pada panel OLED kecil berbahan kaca, lalu makin serius menggarap OLED fleksibel untuk smartphone, tablet, komputer, sampai perangkat yang bisa dipakai di tangan seperti gelang. Pendekatan itu didukung material panel yang sangat tipis dan lentur.
BOE juga sudah masuk rantai pasok produk populer, termasuk layar OLED iPhone 13. Langkah ini menunjukkan posisi BOE yang terus menekan pasar panel premium dari China.
Tianma, menonjol lewat teknologi panel baru
Tianma banyak membawa teknologi ke panel OLED buatannya, mulai dari SLOD, MLP, CFOT, CoE, Multi-form Flexible, hingga Low Blue Light. Serangkaian teknologi itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas gambar sekaligus efisiensi.
Perusahaan ini juga aktif memamerkan pengembangan terbarunya ke publik. Salah satu contoh yang disorot adalah bezel 0,8 milimeter dengan screen-to-body ratio hingga 98 persen untuk panel OLED smartphone.
Tianma juga pernah memamerkan OLED fleksibel untuk kokpit otomotif. Langkah itu memperlihatkan ambisinya di layar untuk perangkat konsumen dan kendaraan.
TCL CSOT, naik daun lewat perangkat Samsung
Nama TCL CSOT makin dikenal setelah panel OLED-nya dipakai Samsung di smartphone. Laporan GSMArena dan OLED Info menyebut Samsung Galaxy A57 dan Galaxy A37 menggunakan panel dari perusahaan tersebut.
Ada juga bocoran bahwa Samsung Galaxy S FE di masa depan akan memakai panel OLED TCL CSOT. Meski model pastinya belum disebut, kabar itu memperkuat posisi TCL CSOT di pasar layar premium.
TCL CSOT sendiri sudah lama dikenal mampu membuat panel OLED fleksibel dan OLED untuk smartphone lipat. Perusahaan ini juga memproduksi panel OLED untuk monitor dan TV, sehingga portofolionya tidak terpaku pada satu jenis perangkat.
Persaingan panel OLED terus bergerak cepat karena kebutuhan layar berkualitas makin besar di smartphone, TV, monitor, dan perangkat modern lain. Di tengah kompetisi itu, lima nama ini menunjukkan bahwa pasar OLED tidak hanya soal ukuran produksi, tetapi juga spesialisasi teknologi yang mereka kuasai.
Source: www.idntimes.com






