Plymouth Superbird tetap menjadi salah satu muscle car paling menggoda bagi kolektor, tetapi banderolnya sering membuat calon pembeli mundur. Di pasar saat ini, mobil ini bisa berada di kisaran $200,000 hingga lebih dari $300,000, dan beberapa unit bahkan jauh melampaui angka itu.
Kelangkaan dan sejarah balapnya menjadi kombinasi utama yang mendorong nilai Superbird terus tinggi. Mobil ini bukan hanya mahal, tetapi juga membawa status ikon yang sulit ditandingi oleh banyak mobil klasik lain.
Harga yang sudah masuk level kolektor serius
Contoh di pasar menunjukkan perbedaan harga yang lebar antar unit. Sebuah Superbird hijau dengan mesin 440 6-pack dan transmisi 4-speed di Texas dipasang di level bawah, yaitu $214,900.
Di sisi lain, sebuah Superbird putih otomatis dengan mesin 440ci V8 di Indiana sempat dilepas dari pasar setelah mencapai penawaran tertinggi $550,000 di lelang. Harga awalnya bahkan hampir $700,000, tetapi mobil itu tidak jadi terjual.
| Unit | Lokasi | Spesifikasi Utama | Harga |
|---|---|---|---|
| Superbird hijau | Texas | 440 6-pack, 4-speed | $214,900 |
| Superbird putih | Indiana | 440ci V8, otomatis | Penawaran tertinggi $550,000, harga awal hampir $700,000 |
| Superbird biru | Illinois | 440, 375 horsepower, otomatis | $281,998 |
Ada juga unit biru otomatis di Illinois dengan mesin 440 berkekuatan 375 horsepower yang ditawarkan seharga $281,998. Beberapa listing muncul di lebih dari satu situs, jadi pembeli harus jeli membandingkan spesifikasi dan status jualnya.
Kenapa Superbird diburu kolektor
Alasan utamanya adalah kelangkaan. Plymouth hanya membuat Superbird dalam jumlah terbatas pada 1970, sehingga unit asli yang masih terawat menjadi sangat sulit ditemukan.
Desainnya juga ikut mengunci posisinya sebagai barang koleksi. Sayap belakang yang mencolok menjadi ciri paling mudah dikenali dan langsung membedakannya dari muscle car lain.
Dibangun untuk kecepatan, lalu dibatasi di lintasan
Superbird lahir dari eksperimen aerodinamika pabrikan untuk unggul di trek. Mobil ini berbasis Road Runner, tetapi mendapat wajah baru dan bodi yang diperpanjang demi stabilitas pada kecepatan tinggi.
Di NASCAR, Superbird terbukti sangat efektif. Namun keberhasilannya tidak berlangsung lama karena NASCAR kemudian melarangnya dengan alasan keselamatan pembalap.
Aturan baru itu dibuat untuk memperlambat mobil, termasuk pembatasan kapasitas mesin dan penyesuaian bobot pada mesin yang lebih besar. Setelah aturan tersebut berlaku, mobil aerodinamis seperti Superbird tidak lagi mampu mencapai angka 200 mph, dan programnya pun berakhir.
Dari mobil balap ke ikon budaya pop
Meski karier balapnya singkat, reputasi Superbird justru makin kuat setelah keluar dari NASCAR. Mobil ini berubah menjadi buruan kolektor karena desainnya unik dan sejarahnya sangat khas.
Popularitasnya juga melebar ke budaya pop. Superbird tampil di film Pixar “Cars” dan “Gone in 60 Seconds,” yang ikut menjaga statusnya sebagai salah satu muscle car paling mudah dikenali.
Kini, nilai Superbird bukan hanya soal performa masa lalu, tetapi juga tentang simbol era ketika desain ekstrem, ambisi balap, dan produksi terbatas bisa melahirkan ikon yang tetap dicari puluhan tahun kemudian.







